Latar belakang : Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Di Indonesia, penyakit tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit
saluran pernapasan pada semua kelompok usia. Tuberkulosis pada anak merupakan faktor terpenting di negara – negara berkembang karena jumlah anak berusia <15 tahun adalah 40 – 50 % dari jumlah seluruh populasi.
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pengobatan pada kasus tuberkulosis anak di instalasi rawat jalan Balai Kesehatan Paru Masyarakat Klaten dan mengevaluasi penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien anak meliputi tepat
diagnosis, obat, dosis, dan lama pengobatan.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan
rancangan penelitian secara deskriptif dan pengambilan data dari catatan rekam
medik secara retrospektif. Hasil penelitian dianalisis dengan metode statistik
deskriptif untuk mengevaluasi kesesuaian pengobatan tuberkulosis paru anak,
kemudian dibandingkan kesesuainnya dengan buku Pedoman Nasional
Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2007.
.
Hasil penelitian : Hasil analisis dari sampel sebanyak 40 pasien menunjukkan
bahwa kesesuaian pengobatan tuberkulosis paru anak di instalasi rawat jalan di
Balai Kesehatan paru Masyarakat Klaten berdasarkan ketepatan diagnosis
sebanyak 38 pasien (95%), ketepatan obat sebanyak 40 pasien (100%), ketepatan
dosis sebanyak 38 pasien (95%), dan ketepatan pengobatan 36 pasien (100%),
karena terdapat 4 pasien yang dirujuk sehingga tidak dapat dievalusi dan jumlah
pasien berkurang menjadi 36 pasien hingga akhir pengobatan.
.
Kesimpulan : Penggunaan obat anti tuberkulosis untuk anak meliputi tepat
diagnosis, tepat obat, tepat dosis, dan lama pengobatan sudah sesuai dengan buku
Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2007