Globalisasi mendorong rumah sakit menjadi semakin kompetitif. dan berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Kepuasan pelanggan telah menjadi
konsep sentral dalam wacana bisnis dan manajemen. Pelayanan gizi merupakan bagian dari pelayanan kesehatan rumah sakit. Masalah utama pelayanan gizi
adalah memenuhi asupan makan sekaligus memenuhi kepuasan pasien/klien. Data jumlah sisa makanan rata-rata 24,8% perbulan lebih dari standar pelayanan
minimal yang ditetapkan mengindikasikan adanya kemungkinan ketidakpuasan pasien dengan pelayanan gizi yang diberikan. Penelitian kepuasan pasien perlu
dilakukan agar pelayanan gizi yang diberikan sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan hubungan persepsi pasien dengan
kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi.
Jenis penelitian observasional dengan desain penelitian crossectional. Populasi penelitian semua pasien rawat inap di RSUD dr. Soediran MS
Wonogiri. Besar sampel sebanyak 57 pasien dengan tehnik random sampling. Data dibedakan atas 5 aspek penilaian yaitu wujud fisik, kehandalan, adaya
tanggap, jaminan dan empati. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif dan analitik digunakan uji koefisien korelasi Pearson Product Moment
dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan persepsi pasien dan kepuasan pasien
terhadap pelayanan gizi masing-masing pada kategori baik dan kategori puas. Analisis hubungan keduanya terdapat kecenderungan bahwa persepsi pasien
yang menyatakan baik cenderung menyatakan puas. Hasil uji statistik ada hubungan persepsi pasien dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi pada RSUD dr Soediran MS Wonogiri. Saran yang diberikan perlu dilakukan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta pembinaan bagi penyaji makanan.dalam
memberikan pelayanan makanan pada pasien