Penelitian pola persebaran permukiman ini dilakukan di Kecamatan
Kendal Kabupaten Kendal Propinsi Jawa Tengah. Tujuan Penelitian ini adalah
Mengetahui pola persebaran permukiman dan Mengetahui faktor fisik
(kemiringan lereng, ketinggian tempat, kemudahan mendapatkan air) dan faktor
sosial-ekonomi (kepadatan penduduk, tingkat aksesibilitas, persentase luas lahan
sawah) yang berpengaruh terhadap pola persebaran permukiman di Kecamatan
Kendal Kabupaten Kendal.
Penelitian ini menggunakan metode analisis tetangga terdekat (Nearest
Neighbour Analysis) yaitu menggunakan skala T untuk mengukur pola persebaran
permukiman. Cakupan penelitian adalah batas administrasi kecamatan dengan unit
analisisnya adalah kelurahan yaitu Kelurahan Sukodono, Kelurahan Candiroto,
Kelurahan Trompo, Kelurahan Jotang, Kelurahan Tunggulrejo, Kelurahan Sijeruk,
Kelurahan Jetis, Kelurahan Bugangin, Kelurahan Langenharjo, Kelurahan
Kalibuntuwetan, Kelurahan Kebondalem, Kelurahan Ketapang, Kelurahan
Banyutowo, Kelurahan Karangsari, Kelurahan Patukangan, Kelurahan Pegulon,
Kelurahan Pekauman, Kelurahan Ngilir, Kelurahan Balok dan Kelurahan
Bandengan. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah
data yang di dapat baik dari peta maupun dari instansi terkait. Peta persebaran
permukiman digunakan untuk dasar dalam menentukan bentuk pola persebaran
permukiman dengan menggunakan analisis tetangga terdekat. Overlay peta
dilakukan untuk mengetahui hubungan pola persebaran permukiman dan variabel
geografi pengaruh. Analisis statistik crosstab dilakukan untuk mengetahui
seberapa besar variabel pengaruh terhadap terbentuknya pola persebaran
permukiman.
Penelitian ini menggunakan enam variabel geografi pengaruh yaitu
kemiringan lereng, ketinggian tempat, kemudahan mendapatkan air, kepadatan
penduduk, tingkat aksesibilitas (kepadatan jalan), dan persentase luas lahan
sawah.
Hasil dari penelitian ini, bahwa pola persebaran permukiman di daerah
penelitian bervariasi yaitu mengelompok, acak, dan seragam. Pola permukiman
mengelompok berada di Kelurahan Sukodono, Candiroto, Trompo, Langenharjo,
Karangsari, Pekauman, Balok dan Bandengan. Pola permukiman acak berada di
Kelurahan Sijeruk, Jetis, Bugangin, Kalibuntu wetan, Kebondalem, Banyutowo,
Patukangan, Pegulon, dan Ngilir. Sedangkan pola permukiman seragam berada di
Kelurahan Jotang, Tunggulrejo, dan Ketapang. Pola persebaran permukiman acak
paling mendominasi daerah penelitian.
Variabel geografi pengaruh terhadap pola persebaran permukiman di
daerah penelitian menunjukkan terjadinya bentuk permukiman yang beragam.
Sebagian besar membentuk pola persebaran permukiman mengelompok sebesar
60,12%. Pola permukiman acak sebesar 31,29% dan pola permukiman seragam
8,59%