Temu mangga (Curcuma mangga Val.) merupakan salah satu dari
banyak jenis temu-temuan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan. Beberapa penelitian terhadap temu mangga menunjukkan bahwa ekstrak kloroform mampu meningkatkan infeksi Tobbacco Mosaic Virus (TMV) pada tanaman C. amaranticolor. Selain itu ekstrak etanol rimpang temu mangga juga memberikan efek sitotoksik terhadap sel myeloma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol rimpang temu mangga terhadap larva udang
Artemia salina Leach. dan virus Newcastle Disease. Rimpang temu mangga disari menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut
etanol 96%. Uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST) dengan 8 seri konsentrasi, yaitu 100, 200, 400, 600, 800, 1000, 1200 dan 1400 μg/ml dan uji antiviral menggunakan metode in ovo pada ruang alantois
telur ayam berembrio umur 9 hari dengan konsentrasi 1%. Pengamatan pertumbuhan virus menggunakan uji hemaglutinasi (HA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang temu mangga mempunyai efek toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach. dengan LC50 sebesar 476,678±9,94 μg/ml. Hasil uji antiviral menunjukkan bahwa
ekstrak etanol rimpang temu mangga dengan konsentrasi 1% mampu menghambat replikasi virus dalam medium PEG dengan persentase penghambatan sebesar 11,11%