Dengan yang sekarang ini, pihak rumah sakit ingin menciptakan atau
mampu menghasilkan produk kursi roda yang memenuhi keinginan atau harapan
para pasien yang menderita patah tulang. Untuk memahami hal-hal yang menjadi
keinginan para pasien, harapan maupun yang bisa menimbulkan kepuasan
pasien/pengguna, maka parameter–parameter berupa keinginan/harapan tersebut
dikembangkan melalui pengembangan produk kursi roda patah tulang pada
aktivitas kebelakang menggunakan metode QFD ditinjau dari aspek ergonomi,
untuk kemudian diterjemahkan dalam parameter-parameter teknis dalam proses
pengembangan produk kursi roda. Berdasarkan analisa QFD dan desain yang akan
dibuat maka pengembangan baru yang dapat memenuhi kelayakan ergonomi.
Ergonomi adalah untuk menentukan tingkat kenyamanan yang dihasilkan dengan
menggunakan tolok ukur antropometri.
Dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui hasilnya
sebagai berikut, Atribut-atribut yang dianggap penting oleh pengguna/pasien yang
sesuai dengan derajat kepentingannya yaitu: bentuk kursi roda standar (4,23);
kedudukan kursi roda yang empuk (4,6); kursi roda bisa disetel (3,9); sandaran
terbuat dari busa (4,56); permukaan kursi roda datar (3,7); pegangan terbuat dari
besi (3,4); Mudah dibersihkan (4,63); praktis dan simpel (4,63); Ada tambahan
fungsi untuk aktivitas kebelakang (4,3); Bahan awet (4,83); Nyaman dan
ergonomis (4,7); Terdapat pijakan kaki (4,53) dan Ringan (4,46). Dihasilkan
suatu kursi roda baru yang nyaman digunakan dan ukuran kursi roda sesuai
dengan antropometri tubuh manusia. Dan data antropometri disini dijadikan dasar
dalam pengembangan kursi roda yang ergonomis