Motivasi belajar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan
belajar siswa. Motivasi belajar pada siswa salah satunya dapat dipengaruhi oleh status
sosial ekonomi orang tua. Keluarga yang berada dalam status sosial ekonomi serba
kecukupan, maka orang tua akan cenderung mencurahkan perhatiannya lebih
mendalam kepada pendidikan anak-anaknya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status sosial
ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar pada siswa dan mengetahui motivasi
belajar pada siswa. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara status
sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar pada siswa, yaitu semakin tinggi
atau baik status sosial ekonomi orang tua maka motivasi belajar pada siswa tinggi dan
sebaliknya, semakin rendah atau buruk status sosial ekonomi orang tua maka
motivasi belajar pada siswa rendah.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi MAN Nglawak Kertosono
Nganjuk. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas II IPS1 dan II IPA2
MAN Nglawak, Kertosono, Nganjuk. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak
80 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster
random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket dengan alat
pengumpul data menggunakan skala yaitu skala motivasi belajar dan status sosial
ekonomi orang tua.
Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai koefisien
korelasi (r) sebesar 0,445 dengan p<0,01. Hal ini berarti ada hubungan positif yang
sangat signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar.
Artinya, semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua maka semakin tinggi pula
motivasi belajar.
Peranan atau sumbangan efektif status sosial ekonomi orang tua terhadap
motivasi belajar sebesar 19,8% yang ditunjukkan oleh nilai koefisien determinan (r2)
sebesar 0,198. Hal ini berarti peran faktor di luar motivasi belajar dan status sosial
ekonomi sebesar 80,2%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara
motivasi belajar dengan status sosial ekonomi orang tua