Jambu biji (Guava) merupakan buah yang banyak terdapat dalam kehidupan
kita dan punya banyak manfaat bagi kesehatan. Pemanfaatan sanagat beragam
anatara lain: untuk pengobatan penyakit dan aneka olahan misalnya sari buah,
sirup, manisan, jeli, selai dan tepung. Pembuatan tepung jambu biji (Guava)
memiliki potensi kadara vitamin C yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan
untuk mendiskripsikan dan menganalisis pengaruh perbedaan pengeringan
terhadap kadar vitamin C dan daya terima (warna, rasa dan aroma) tepung jambu
biji.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan
rancangan penelitiannya rancangan acak lengkap dengan jumlah perlakuan 2
masing-masing perlakuan 2 kali ulangan. Variabel bebasnya adalah cara
pembuatan sedangkan variabel terikatnya adalah kadar vitamin C dan daya terima.
Hasil penelitian diuji statistik dengan uji wilcoxon.
Hasil rata-rata kandungan vitamin C tepung jambu biji (Guava) dengan cara
oven adalah 75,54 mg dan kandungan vitamin C dengan cara ruang terbuka adalah
77,15 mg. Kandungan vitamin C yang lebih tinggi adalah pembuatan dengan
ruang terbuka. Uji daya terima melalui uji kesukaan tepung jambu biji (Guava)
dengan cara oven mempunyai skore 2,32 yang artinya tidak disukai panelis,
sedangkan untuk tepung jambu biji (Guava) dengan cara ruang terbuka
mempunyai score 2,24 yang artinya tidak disukai panelis.
Hasil uji statistik wilcoxon kadar vitamin C menunjukkan nilai P= 0,068
yang artinya tidak ada pengaruh cara pembuatan tepung jambu biji (Guava)
terhadap kadar vitamin C, sedangkan untuk daya terimanya meliputi warna rasa
dan aroma nilai P=0,000 yang artinya ada pengaruh cara pembuatan tepung jambu
biji (Guava) terhadap daya terima. Penulis menyarankan perlu penambahan
essence jambu biji agar duiperoleh rasa dan aroma yang lebih menarik.
Daftar Pustaka: 14 (1985-2006