Adanya kenaikan kebutuhan dalam produksi impeller untuk memenuhi
pemintaan masyarakat luas serta perlunya mengetahui mutu dari hasil pengecoran
kuningan, maka penelitian ini akan memaparkan proses pengecoran disertai
penelitian sifat fisis dan mekanis terhadap hasil produksi coran impeller berbahan
kuningan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan
impeller dan mengevaluasi impeller hasil pengecoran melalui pengujian laboratorium
sehingga diharapkan dapat diketahui secara tepat karakteristik dari material yang
diteliti.
Pada proses pengecoran ini temperatur mencapai (8000 -9000C). Setelah
proses pengecoran selesai, pasir harus disingkirkan dari rangka cetakan dan coran.
Selanjutnya dilakukan pendinginan membutuhkan waktu + 30 menit dengan
pendinginan udara. Pengujian fisis dan mekanis yang digunakan dalam pengujian ini
meliputi pengujian kimia, pengujian strutur mikro, dan pengujian kekerasan. Benda
uji terdiri dari satu sampel hasil pengecoran impeller, yang akan digunakan untuk
pengujian. Semua pengujian dilakukan di Laboratorium Politeknik Manufaktur Ceper
Klaten.
Pada uji komposisi kimia didapat kandungan unsur-unsur utama yaitu
Cu=58,11%, Sn=0,972%, Pb=3,67%, dan Zn=36,4%. Adanya unsur Fe=0,274% akan
menyebabkan butiran brass menjadi halus dalam proses penuangan. Hasil pengujian
dapat dilihat struktur mikro kuningan tersebut ditunjukkan dengan warna terang pada
fas