Nyeri merupakan gejala yang paling sering ditemukan penderita pada
praktek fisioterapi sehari-hari. Dari beberapa modalitas terapi fisik, terapi infra
merah merupakan modalitas yang paling sering dipergunakan untuk mengurangi
nyeri. Dosis yang digunakan dalam aplikasi penggunaan inframerah untuk jarak
dari tenaga medis satu dengan yang lain selalu berbeda. Pada pengguanan lampu
non luminous jarak lampu yang digunakan adalah antara 45 – 60 cm, sinar
diusahakan tegak lurus dengan daerah yang diobati serta waktu antara 10 – 30
menit. Pada penggunaan lampu luminous jarak lampu 35 – 45 cm, sinar
diusahakan tegak lurus, waktu antara 10 – 30 menit disesuaikan dengan kondisi
penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jarak infra
merah terhadap ambang nyeri.
Penelitian ini merupakan true experiment dengan populasi anggota Ikatan
Muda Mudi Margomulyo Dukuh Margomulyo Kecamatan Tanon Kabupaten
Sragen dan sampel penelitian sebanyak 28 pemuda. Instrumen penelitian berupa
TENS merk Inwubun dan Infra merah dengan jarak penyinaran infra merah 35cm
dan 45 cm. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test
atau Paired sample t-test.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan efektifitas
jarak infra merah terhadap ambang rangsang nyeri dan (2) pada penyinaran Infra
Merah dengan jarak 35 cm lebih efektif meningkatkan ambang nyeri dari pada
penyinaran Infra merah pada jarak 45 cm