Permasalahan pada guru tentang motivasi mengajar guru, hal ini dapat
diketahui melalui hasil ujian nasional belum mencapai 100%. Motivasi mengajar
guru rendah berdampak pada kegiatan guru kurang maksimal dan hasil prestasi
belajar siswa mengalami penurunan. Di sisi lain guru memerlukan dukungan sosial
untuk meningkatkan kerja guru dalam mengajar.
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan antara
dukungan sosial keluarga dengan motivasi mengajar pada guru Madrasah
Tsanawiyah. (2) Peran dukungan sosial keluarga terhadap motivasi mengajar pada
guru Madrasah Tsanawiyah. (3) Tingkat dukungan sosial keluarga dan tingkat
motivasi mengajar pada guru Madrasah Tsanawiyah.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru yang ada di Kartasura yang
berjumlah kurang lebih 178 guru. Sampel dalam penelitian adalah guru yang
mengajar di Madrasah Tsanawiyah Kartasura sebanyak 39 orang. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive non random
sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala dukungan
sosial keluarga dan motivasi mengajar. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan teknik analisis korelasi product moment.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) Ada hubungan positif yang
signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan motivasi mengajar. Hal ini
ditunjukan hasil korelasi product moment diperoleh hasil r = 0,678 dengan p = 0,024
(jadi p < 0,01) . (2) Sumbangan dukungan sosial keluarga terhadap motivasi
mengajar sebesar 25,9%, yang berarti masih terdapat 74,1% variabel-variabel lain
yang mempengaruhi prestasi belajar di luar variabel konsep diri. Variabel-variabel
tersebut di antaranya yaitu motivasi kerja, keyakinan diri, dan dukungan lingkungan
teman kerja. (3) Motivasi mengajar tergolong sedang dengan rerata empirik sebesar
88,79 dan rerata hipotetik sebesar 90. Dukungan sosial tergolong sedang dengan
rerata empirik sebesar 89,90 dan rerata hipotetik sebesar 68,6.
Kata kunci : Dukungan sosial, motivasi mengaja