Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa Dari Fraksi Semipolar Ekstrak Metanol Kulit Batang Kluwih (Artocarpus altilis Park) Serta Efek Sitotoksiknya terhadap Sel HeLa
Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian utama di dunia,
sedangkan kanker cervix masih menempati urutan pertama penyakit yang paling
banyak menyerang wanita di Indonesia. Oleh karena itu dilakukan penelitian
dengan tujuan untuk mengetahui senyawa hasil isolasi fraksi semipolar dari
ekstrak metanol kulit batang kluwih (Artocarpus altilis Park) yang berefek
sitotoksik terhadap sel HeLa.
Preparasi ekstrak dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut
metanol dan dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan kromatografi cair
vakum. Hasil isolasi fraksi semipolar ekstrak metanol kulit batang kluwih
(Artocarpus altilis Park) diuji efek sitotoksiknya terhadap sel HeLa dengan
metode MTT dengan konsentrasi 0,78 ì g/ml; 1,56 ì g/ml; 3,12 ì g/ml; 6,25 ì g/ml;
12,50 ì g/ml. Kemudian diinkubasi selama 24 jam dan dibaca absorbansinya
dengan ELISA reader pada panjang gelombang 550 nm. Kemudian deteksi
senyawa dalam isolat dilakukan dengan analisis KLT, pembacaan
spektrofotometri UV, dan spektrofotometri IR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil isolasi fraksi semipolar ekstrak
metanol kulit batang kluwih mempunyai efek sitotoksik terhadap sel HeLa dengan
IC50 sebesar 19,24 ì g/ml. Berdasar hasil analisis KLT, spektrum UV dan
spektrum IR menunjukkan bahwa hasil isolasi fraksi semipolar ekstrak metanol
kulit batang kluwih mengandung senyawa flavonoid yang khas untuk golongan
flavanon yang berefek sitotoksik terhadap sel HeLa.
Kata kunci : Kulit batang kluwih (Artocarpus altilis Park), sel HeLa, aktivitas sitotoksik, flavonoid, kromatografi lapis tipis, spektrofotometri