Secara tradisional belimbing wuluh dapat digunakan untuk obat diabetes melitus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan kadar glukosa darah ekstrak
etanol belimbing wuluh pada kelinci jantan yang dibebani glukosa.
Penelitian ini dilakukan dengan metode uji toleransi glukosa oral menggunakan
rancangan penelitian acak lengkap pola searah. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor
kelinci jantan. Hewan uji dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok I: kontrol
negatif CMC Na 0,5 %, kelompok II: kontrol positif (glibenklamid 0,233 mg/kg BB),
kelompok III, IV, V diberikan ekstrak etanol belimbing wuluh dengan dosis berturut-turut
0,069; 0,206; 0,618 g/kgBB. Sebelum hewan uji diberi perlakuan, terlebih dahulu diambil
darah puasa dihitung sebagai kadar glukosa darah awal. Kemudian hewan uji diberi
perlakuan sesuai kelompoknya. Setelah 30 menit, hewan uji diberi pembebanan glukosa
100%, dosis 2 g/kgBB. Cuplikan darah diambil dari vena lateralis telinga pada menit ke- 0,
30, 60, 90, 120, 180, 240 yang dihitung pada saat perlakuan. Kadar glukosa darah
ditetapkan secara enzimatik menggunakan reagen GOD PAP (Glucose Oxidase Phenol
Aminoantypiryn Peroxidase). Analisis statistik data AUC 0-240 (Area Under the Curve)
yang digunakan adalah Anava (Analisys of Varian) satu jalan yang dilanjutkan dengan uji t
LSD (Least Significant Difference), taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dosis 0,206 g/kgBB dan dosis
0,618 g/kgBB mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan PKGD (Penurunan Kadar
Glukosa Darah) berturut-turut (24,71 ± 2,52) % dan (36,65 ± 2,99) %