Demam adalah suatu perubahan pada mekanisme pengaturan suhu badan
yang mengakibatkan naiknya temperatur badan di atas temperatur normal. Secara
empirik tanaman kemangi mempunyai khasiat sebagai penurun demam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah infusa daun kemangi
mempunyai daya atau kemampuan menurunkan suhu tubuh mencit yang telah
diinduksi dengan vaksin tetanus toksoid 0,3 ml/23,67 gBB secara intraperitonial.
Penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian eksperimental
dengan rancangan acak lengkap pola searah. Penelitian ini mengunakan 25 ekor
mencit jantan yang dibagi dalam 5 kelompok terdiri dari 5 ekor. Kelompok I
kontrol negatif mendapat perlakuan Water For Injection (WFI) 0,5 ml/20 gBB,
kelompok II, III, dan IV mendapat perlakuan infusa daun kemangi dengan dosis
masing – masing 1,25 g/kgBB, 2,5 g/kgBB dan 5 g/kgBB, kelompok V kontrol
positif mendapat perlakuan parasetamol dosis 65 mg/kgBB (p.o). 60 menit
sebelum perlakuan, diinduksi dengan vaksin tetanus toksoid 0,3 ml/23,67 gBB
(i.p) sebagai penginduksi demam. Pengukuran suhu rektal dilakukan tiap 30
menit, selama 210 menit dengan mengunakan termometer digital. Data yang
diperoleh dihitung selisih penurunan suhu dan % daya antipiretik pada menit ke-
60, kemudian dianalisis mengunakan uji statistik ANAVA Satu Jalan, dan
dilanjutkan uji Tukey HSD dengan taraf kepercayaan 95 %.
Infusa daun kemangi (Ocimum sanctum L.) 20 % dosis 5 g/kgBB
memberikan daya antipiretik yang sebanding (p > 0,05) dengan parasetamol dosis
65mg/kg BB terhadap mencit jantan galur Swiss yang telah diinduksi demam
dengan vaksin tetanus toksoid 0,3 ml/23,67 gBB (i.p)