Kanker termasuk penyakit yang sangat ditakuti karena sulit disembuhkan,
bahkan tidak jarang menyebabkan kematian. Dari 30.000 spesies tumbuhan yang
ada, sekitar 1250 spesies dapat dimanfaatkan sebagai obat, salah satunya adalah
tanaman ceplukan (Physalis angulata L.). Tanaman ini diduga mempunyai
aktivitas kuat melawan beberapa tipe sel kanker pada manusia dan hewan. Dan
setelah diuji praklinis, ternyata tanaman ini mempunyai efek antitumor. Adapun
tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek sitotoksik dan kinetika
proliferasi fraksi etil asetat ekstrak etanolik tanaman ceplukan terhadap sel
myeloma.
Serbuk tanaman ceplukan disari dengan alat Soxhlet dan difraksinasi
dengan pelarut petroleum eter, kloroform, dan etil asetat. Pada uji sitotoksik,
sampel diujikan pada sel myeloma dengan kepadatan sel 2x104. Setelah
diinkubasi selama 24 jam dan diberi pereaksi MTT, dibaca absorbansinya dengan
ELISA reader pada panjang gelombang 550 nm. Dan digunakan analisis probit
untuk mengetahui nilai IC50. Sedangkan pada uji kinetika proliferasi, digunakan
sel myeloma dengan kepadatan sel 104 dengan dua konsentrasi di bawah nilai
IC50, kemudian diinkubasi selama 24, 48, dan 72 jam. Setelah diberi pereaksi
MTT, kemudian dibaca pada jam-jam tersebut dengan ELISA reader untuk
mengetahui waktu kinetika proliferasi dari sel myeloma. Kemudian dibuat grafik
hubungan waktu inkubasi versus absorbansi untuk mengetahui nilai slopenya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak etanolik
tanaman ceplukan mempunyai efek sitotoksik dengan nilai IC50 sebesar 273,22
μg/ml. Uji kinetika proliferasi, membuktikan bahwa fraksi etil asetat ekstrak
etanolik tanaman ceplukan dapat memperpanjang waktu kinetika proliferasi sel
myeloma