Dalam perkembangan jaman yang ada bangunan bergaya Kolonial semakin terbengkalai, karean bangunan tersebut merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda. Bangunan yang berada di belakang Benteng Vastenberg adalah perumahan untuk pemerintahan Belanda pada saat itu. Perumahan tersebut berada di Kawasan Lojiwetan. Bangunan tersebut memerlukan penanganan atau perhatian dari berbagai pihak tetapi juga dari pemerintah kota. Tujuan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh perubahan yang terjadi pada bangunan yang memiliki nilai historis yang tinggi serta tata ruang kawasan tersebut, adapun pengaruh perubahan yang terjadi adalah adanya perubahan dalam kepemerintahan, keadaan sosial penghuni yang meningkat, adanya perubahan jaman yang
menjadikan bangunan bergaya Kolonial tidak diminati dan termasuk bangunan kuno. Keragaman bangunan bergaya Kolonial terlihat dari bentuk fasade, ornamen eksterior, letak bangunan, dan juga warna. Adanya pertauran yang mengatur tetang kepemilikan bangunan bersejarah. Bangunan Kolonial tersebut dapat dikenal, sehingga dapat diketahui bahwa di
Kota Surakarta memiliki bangunan yang brgaya Kolonial sama dengan kota lainnya yang merupakan jajahan Belanda. Bangunan tersebut dapat digunakan sebagai sarana fasilitas
umum agar bangunan tersebut tetap berguna dan tidak terbengkalai ataupun menjadikan salah satu pemandangan tua pada suatu kota yang dalam proses pengembangan. Bangunan Kolonial patut dijadikan bagian dari kenangan masa lalu yang
mengingatkan kita akan betapa indahnya keadaan masa lalu dengan bentuk fasade bangunan yang bergaya Kolonial, sehingga menjadikan kita berhayal tentang masa lalu