Produktivitas mengandung pengertian yang berkenaan dengan konsep
ekonomis, filosofis, sistem dan secara spesifik produktivitas kerja ialah perbandingan
antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu tertentu.
Perbandingan output dan input akan menjadi ukuran produktivitas kerja pada
karyawan. Faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yaitu : (1) Faktor
yang berhubungan dengan perusahaan seperti tanah, modal, manajemen, lingkungan
dan iklim kerja teknologi (mesin) dan sebagainya; (2) Faktor-faktor yang
berhubungan dengan karyawan seperti keahlian, pengalaman, umur, keadaafisik,
pendidikan, bakat, keterampilan atau keahlian, temperamen, kestabilan emosi,
kemampuan beradaptasi dengan stres atau daya tahan stres, persepsi tentang diri
sendiri atau harga diri dan motivasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan
daya tahan stres dengan produktivitas kerja karyawan pada perusahaan. Hipotesis
yang diajukan yaitu: 1) ada hubungan antara motivasi kerja dan daya tahan stres
dengan produktivitas kerja karyawan; 2) ada hubungan antara motivasi kerja dengan
produktivitas kerja 3) ada hubungan antara daya tahan stres dengan produktivitas
kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Plumbon International
Textile, Cirebon, Jawa Barat yang berjumlah 60 karyawan. Alat pengumpulan data
yang digunakan adalah skala motivasi kerja dan skala daya tahan stres, untuk
produktivitas kerja digunakan metode dokumentasi.
Hasil analisis regresi dua prediktor diperoleh nilair = 0,622; p < 0,01 berarti
ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan daya tahan stres dengan
produktivitas kerja artinya variabel motivasi kerja dan daya tahan stres dapat
digunakan sebagai prediktor untuk memprediksikan produktivitas kerja. Korelasi rx1y
= 0,453; p < 0,01 berarti ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan
produktivitas kerja, semakin tinggi motivasi kerja maka semakin tinggi produktivitas
kerja, begitu pula sebaliknya. Korelasi rx2y = 0,563; (p < 0,01) berarti ada hubungan
yang signifikan antara daya tahan stres dengan produktivitas kerja yaitu semakin
tinggi daya tahan stres maka semakin tinggi produktivitas kerja dan sebaliknya.
Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja pada subjek dalam penelitian
tergolong sedang dengan RE sebesar 69,533 dan RH sebesar 67,5. Daya tahan stres
pada subjek penelitian tergolong sedang dengan RE sebesar 81,533 dan RH sebesar
72,5. Peranan atau sumbangan efektif motivasi kerja terhadap produktivitas kerja
7,052%, sedangkan peranan atau sumbangan efektif daya tahan stres terhadap
produktivitas kerja adalah 31,689%. Total sumbangan efektif antara motivasi kerja
dan daya tahan stres terhadap produktivitas kerja adalah 38,740%. Ini berarti bahwa
produktivitas kerja tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi kerja dan daya tahan stres
saja, masih ada faktor-faktor lain misalnya tingkat inteligensi, kepemimpinan,
lingkungan kerja fisik dan psikososial.
Kesimpulan yang diperoleh adalah ada hubungan yang signifikan antara
motivasi kerja dan daya tahan stres dengan produktivitas kerja artinya variabel
motivasi kerja dan daya tahan stres dapat digunakan sebagai prediktor untuk
memprediksikan produktivitas kerja.
xv