UJI POTENSIASI EFEK SEDASI NATRIUM TIOPENTAL
OLEH EKSTRAK ETANOL DAUN KEMUNING
(Murraya paniculata [L.] Jack.) DALAM BENTUK
SEDIAAN SIRUP PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS
Tumbuhan kemuning (Murraya paniculata [L.] Jack.) merupakan
tumbuhan obat tradisional yang dianggap memiliki khas iat sebagai penenang.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan potensiasi
efek sedasi natrium tiopental oleh ekstrak etanol daun kemuning dalam bentuk
sediaan sirup pada mencit jantan galur Swiss.
Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 5
ekor hewan uji. Kelompok pertama kontrol positif (diazepam 2,6 mg/Kg BB),
kelompok kedua kontrol negatif ( sirupus simpleks 0,5 ml/ 20 g BB), kelompok
ketiga hingga lima (ekstrak etanol daun kemuning dalam bentuk sediaan sirup)
berturut-turut dengan pemberian dosis 125, 250, 500 mg/Kg BB. Tiap kelompok
diberi perlakuan secara peroral dengan volume pemberian 0,5 ml/ 20 g BB, 45
menit setelah perlakuan diinduksi dengan natrium tiopental 72,8 mg/ Kg BB
secara intraperitoneal. Potensiasi efek sedasi natrium tiopental oleh ekstrak etanol
daun kemuning dalam bentuk sediaan sirup dilihat dari durasi tidur mencit
dianalisis dengan ANOVA (Analysis of Variance) satu jalan, kemudian
dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Difference) dengan taraf
kepercayaan 95 %.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak etanol daun
kemuning dosis 125, 250, 500 mg/ Kg BB dalam bentuk sediaan sirup
menghasilkan durasi tidur yang lebih lama dibanding kontrol negatif sehingga
dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kemuning dalam bentuk sediaan
sirup mempunyai kemampuan mempotensiasi efek sedasi natrium tiopental