Tanaman singkong (Manihot utilissima Pohl.) merupakan tanaman yang
berpotensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat karena memiliki berbagai macam
khasiat, daun singkong mempunyai manfaat untuk mencegah anemia, konstipasi, dan
meningkatkan daya tahan tubuh, selain itu dalam masyarakat juga digunakan sebagai
antikanker, untuk itu perlu penelitian untuk mengetahui efek toksik dari daun
singkong tersebut sebagai penelitian pendahuluan untuk mencari senyawa yang
bersifat sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik dari ekstrak
kloroform dan ekstrak etanol daun singkong (Manihot utilissima Pohl.) terhadap larva
Artemia salina Leach.
Daun singkong (Manihot utilissima Pohl.) disari dengan menggunakan pelarut
kloroform dan etanol, masing-masing ekstrak diuji toksisitasnya terhadap larva
Artemia salina Leach dan setiap ekstrak dibuat uji kontrol negatif, untuk mengoreksi
pengaruh pelarut yang digunakan. Seri kadar yang dibuat dari ekstrak kloroform
sebesar 300, 450, 680, 1010, 1520 μg/ml dan seri kadar yang dibuat dari ekstrak
etanol sebesar 100, 170, 290, 500, 840 μg/ml. Uji kualitatif dengan KLT dilakukan
terhadap ekstrak kloroform dan ekstrak etanol. Identifikasi senyawa dilakukan
terhadap dua senyawa yaitu flavonoid dan saponin. Fase diam yang digunakan adalah
silika gel GF254 dan fase gerak yang digunakan adalah BAW (4:1:5) v/v dan n-
heksan:etil asetat (5:5) v/v.
Perhitungan dengan menggunakan metode analisis probit menghasilkan harga
LC50 (578,62 ± 8,82) μg/ml untuk ekstrak kloroform dan untuk ekstrak etanol
mempunyai harga LC50 (206,41 ± 4,46) μg/ml. Dari hasil tersebut diketahui ekstrak
etanol lebih toksik terhadap larva Artemia salina Leach. Hasil uji kualitatif dengan
kromatografi lapis tipis ekstrak kloroform dan ekstrak etanol daun singkong
(Manihot utilissima Pohl.) menunjukkan bahwa ekstrak kloroform mengandung
saponin dan ekstrak etanol mengandung flavonoid