Radikal bebas yang berlebih di dalam tubuh dapat berakibat pada
munculnya penyakit degeneratif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
berbagai tanaman dan buah-buahan terbukti dapat membantu melindungi tubuh
manusia terhadap bahaya radikal bebas. Rimpang famili Zingiberaceae diketahui
memiliki kandungan kimia yang berperan sebagai antiradikal, diantaranya adalah
senyawa fenol dan flavonoid. Oleh karenanya dilakukan penelitian untuk melihat
korelasi kandungan fenolik total terhadap aktivitas antiradikalnya.
Aktivitas antiradikal ditentukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1
difenil-2-pikrilhidrazil) kemudian dihitung nilai Inhibitory Concentration (IC
),
50
yaitu konsentrasi sampel yang mampu menangkap 50% radikal DPPH.
Kandungan fenol total ditetapkan secara spektrofotometri menggunakan pereaksi
Folin-Ciocalteu dan dihitung sebagai GAE (gallic acid equivalent).
Penelitian menunjukkan aktivitas antiradikal, kadar fenolik total serta IC
50
dari ekstrak etanol jahe, kencur, lengkuas, lempuyang gajah dan lempuyang pahit
berturut-turut yaitu 80,03%; 73,992mg/g; 27,38µg/mL; 35,58%; 23,848mg/g;
46,04%; 37,841mg/g; 93,27µg/mL; 38,61%; 49,725mg/g; 55,31%; 40,802mg/g;
105,08µg/mL; untuk lempuyang gajah dan kencur tidak ditetapkan IC
karena
50
kurang dari 50% penghambatan terhadap DPPH sedangkan aktivitas antiradikal
95,4 %
ekstrak etanol rimpang jahe, lengkuas, lempuyang pahit sebesar
disumbangkan oleh kandungan fenolik dan 4,6% disumbangkan oleh senyawa lain
dalam ekstrak