Kayu merupakan material konstruksi yang sudah lama dikenal oleh masyarakat di
Indonesia. Faktor-faktor seperti mudah dalam pengerjaannya, ringan, harganya relatif
murah dan aman bagi lingkungan (environmental compability) telah membuat kayu
menjadi material konstruksi yang terkenal di bidang konstruksi ringan (light
construction). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kadar air, nilai kerapatan
benda uji, nilai kuat lentur, kuat tarik, kuat tekan, kuat geser dan mengetahui seberapa
besar signifikansi nilai modulus elastisitas kayu dipasaran antara hasil pengujian benda
uji secara langsung dengan secara teoritis (SNI 2002). Penelitian ini dilakukan melalui
empat tahap yaitu ; tahap persiapan dan penyediaan bahan, tahap pembuatan dan
pengukuran benda uji, tahap pelaksanaan pengujian, dan tahap analisa hasil pengujian
dengan rumus SNI 2002 kemudian ditarik kesimpulan. Kayu yang digunakan sebagai
benda uji adalah kayu meranti, mahoni, dan bangkirai yang diperoleh dari daerah
Surakarta. Dari hasil penelitian didapatkan nilai kadar air kayu meranti 14,20 %, kayu
mahoni 16,21 %, kayu bangkirai 16,81 %. Kerapatan kayu meranti 539,68 kg/m3
, kayu
mahoni 648,32 kg/m3
, kayu bangkirai 979,52 kg/m3
. Kuat tekan kayu meranti secara
teoritis sebesar 24 N/mm2
dan uji langsung sebesar 51,61 N/mm2
, kuat tekan kayu
mahoni secara teoritis sebesar 27 N/mm2
dan uji langsung sebesar 87,99 N/mm2
, kuat
tekan kayu bangkirai secara teoritis sebesar 31 N/mm2
dan uji langsung sebesar 135,59
N/mm2
. Kuat tarik kayu meranti secara teoritis sebesar 17 N/mm2
dan uji langsung
sebesar 36,71 N/mm2
, kuat tarik kayu mahoni secara teoritis sebesar 22 N/mm2
dan uji
langsung sebesar 41 N/mm2
, kuat tarik kayu bangkirai secara teoritis sebesar 31 N/mm2
dan uji langsung sebesar 60,94 N/mm2
. Kuat lentur kayu meranti secara teoritis sebesar
18 N/mm dan uji langsung sebesar 138,05 N/mm2
, kuat lentur kayu mahoni secara teoritis
sebesar 23 N/mm2
dan uji langsung sebesar 160,05 N/mm2
, kuat lentur kayu bangkirai
secara teoritis sebesar 32 N/mm2
dan uji langsung sebesar 225,32 N/mm2
. Kuat geser
kayu meranti secara teoritis sebesar 4,3 N/mm2
dan uji langsung sebesar 5,15 N/mm2
.
kuat geser kayu mahoni secara teoritis sebesar 4,6 N/mm2
dan uji langsung sebesar 5,97
N/mm2
, kuat geser kayu bangkirai secara teoritis sebesar 5,1 N/mm2
dan uji langsung
sebesar 8,40 N/mm2
. Nilai modulus elastisitas rata–rata kayu meranti secara teoritis
sebesar 9280,24 N/mm2
dan nilai modulus elastisitas rata–rata uji langsung sebesar 16000
N/mm2
, nilai modulus elastisitas rata–rata kayu mahoni secara teoritis sebesar 10619,34
N/mm2
dan nilai modulus elastisitas rata–rata uji langsung sebesar 18000 N/mm2
, nilai
modulus elastisitas rata–rata kayu bangkirai secara teoritis sebesar 14259,89 N/mm2
dan
nilai modulus elastisitas rata–rata uji langsung sebesar 25000 N/mm2
. Signifikansi nilai
modulus elastisitas kayu meranti: 72,40 %, signifikansi nilai modulus elastisitas kayu
mahoni: 69,50 %, signifikansi nilai modulus elastisitas kayu bangkirai : 75,31 %.
Kata kunci : kayu meranti, kayu mahoni, kayu bangkirai, kadar air, kerapatan, kuat
tekan, kuat tarik, kuat lentur, kuat geser, modulus elastisita