Tempuyung merupakan tanaman liar yang mempunyai banyak manfaat
yang telah digunakan secara turun temurun. Standarisasi ekstrak perlu dilakukan
untuk menghasilkan ekstrak dengan mutu yang baik dan terjamin keamanannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan parameter standarisasi berupa
parameter spesifik dan non spesifik dari ekstrak herba tempuyung (Sonchus
arvensis L.).
Penetapan parameter non spesifik berupa penetapan kadar air ditetapkan
dengan metode destilasi toluene, penetapan kadar abu dengan metode gravimetri,
penetapan logam berat dengan Atomic Absorption Spectrofotometric (AAS),
penetapan coliform, Angka Lempeng Total (ALT) dengan metode Standard Plate
Count. Penetapan parameter spesifik berupa penetapan kadar fenolat dilakukan
dengan metode Follin-Ciocalteu, dan penetapan flavanoid total dengan metode
Chang.
Nilai parameter non spesfik berupa kadar air sebesar 8,8416% v/b; kadar
abu total sebesar 38,33% b/b, kadar abu tidak larut dalam asam sebesar 34,244%
b/b; kadar cemaran logam berat timbal sebesar 8,687ppb; kadar cemaran logam
berat cadmium sebesar - ppb; cemaran aflatoksin tidak terdeteksi; cemaran angka
lempeng total sebesar 10 koloni/g, dan cemaran coliform tidak terdeteksi. Nilai
parameter spesifik dari ekstrak air herba tempuyung yang meliputi: organoleptik
ekstrak: bentuk : ekstrak kental; warna : hitam; bau : tidak spesifik; rasa : agak
pahit; dan kadar sari larut air sebesar 71,87% b/b. Nilai uji kandungan kimia dari
ekstrak air herba tempuyung yang meliputi: profil kromatografi lapis tipis ekstrak
dengan fase gerak etil asetat:asam formiat (100:10) ekstrak mengandung apigenin;
kadar fenolat total dalam ekstrak sebesar 38,60 mg/g Galat Acid Equivalent; kadar
flavonoid 0,244 mg/g Quersetin Equivalent. Berdasarkan hasil penelitian yang
diperoleh dari ekstrak herba tempuyung terdapat beberapa parameter yang belum
sesuai dengan persyaratan yang disebutkan oleh BPOM