OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK BUAH
MAHKOTA DEWA ( Phaleria macrocarpa ( Scheff.) Boerl.)
MENGGUNAKAN CAMPURAN PENGISI LAKTOSA, MANITOL
DAN SORBITOL DENGAN SIMPLEX LATTICE DESIGN
Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) berkhasiat
sebagai anti inflamasi. Sediaan yang beredar dipasaran kurang praktis terutama untuk
pasien radang tenggorokkan. Sediaan tablet hisap penggunaannya lebih praktis,
memberikan efek lokal pada tenggorokkan, nyaman dalam penggunaan dan tepat
dosis. Tablet hisap membutuhkan bahan pengisi sekaligus pemanis salah satunya
laktosa, manitol dan sorbitol. Kombinasi ketiga bahan laktosa-manitol-sorbitol
dengan tujuan menutupi kekurangan yang dimiliki oleh setiap bahan pengisi.
Tablet hisap dibuat menjadi sepuluh formula berdasarkan optimasi simplex
lattice design dengan variasi konsentrasi laktosa-manitol-sorbitol yang berbeda yaitu:
FI (1:0:0), FII (0:1:0), FIII (0:0:1), FIV (1/2:1/2:0), FV (1/2:0:1/2), FVI (0:1/2:1/2),
FVII (1/3:1/3:1/3), FVIII (2/3:1/6:1/6), FIX (1/6:2/3:1/6), FX (1/6:1/6:2/3) dengan
metode granulasi basah dan dianalisis dengan program Design-expert 8
menggunakan metode statistik ANAVA dengan taraf kepercayaan 95% dan
dilanjutkan dengan uji T.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mahkota dewa dapat
dibuat tablet hisap dengan kombinasi bahan pengisi laktosa-manitol-sorbitol.
Kombinasi laktosa-manitol-sorbitol menghasilkan formula optimum berupa area
pada kosentrasi sorbitol tinggi, manitol dan laktosa rendah ditinjau dari sifat fisik
granul, tablet dan respon rasa. Hasil verifikasi formula optimum yang diambil dari
salah satu titik area formula optimum yaitu campuran laktosa-manitol-sorbitol
(16,67:16,67:66,67)% menunjukkan sifat fisik hasil percobaan dengan prediksi
simple lattice design valid