Perilaku bullying pada remaja merupakan penggunaan agresi dalam bentuk
apapun yang bertujuan menyakiti ataupun menyudutkan orang lain secara fisik
maupun mental yang terjadi dalam lingkungan sekolah. Bullying dapat berupa
tindakan fisik, verbal, emosional dan juga seksual. Selain itu bullying adalah
tindakan negatif dan terkadang agresif atau manipulative yang dilakukan secara
berulang kali dan berkala oleh seorang atau beberapa orang. Perilaku bullying
didasari atas perbedaan power yang mencolok atau tidak seimbang. Perilaku
bullying sangat rentan terjadi pada remaja putra dan remaja putri. Menurut Haynie
dkk (Egan, 2010) bullying dan victimization lebih sering terjadi pada anak laki-
laki. Hal yang sama juga disebutkan bahwa perilaku bullying lebih menonjol
terjadi pada kalangan laki-laki daripada perempuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku bullying
yang terjadi pada remaja berdasarkan jenis kelamin di lingkungan sekolah. Subjek
yang digunakan berjumlah 109 subjek, yang terdiri dari subjek perempuan
sebanyak 51 subjek dan subjek laki-laki sebanyak 58 subjek. Subjek adalah
remaja usia SMA yang masih aktif bersekolah. Metode penelitian yang digunakan
adalah kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja di sekolah yang
terlibat dalam perilaku bullying. Keterlibatan remaja dalam bullying dibagi ke
dalam tiga kategori yaitu korban bullying, pelaku bullying, korban sekaligus
pelaku bullying. Tidak ada perbedaan perilaku antara remaja laki-laki dan
perempuan, karena perilaku bullying yang mendominasi pada remaja laki-laki dan
perempuan adalah bullying verbal. Jumlah korban bullying juga relatif sama
antara remaja laki-laki dan perempuan.Tidak ada perbedaan pada jumlah korban
bullying remaja laki-laki dan perempuan. Jumlah pelaku bullying lebih didominasi
oleh remaja laki-laki yaitu 9,17% sedangkan pada remaja putri sebesar 16,51%.
Tetapi pada jumlah korban sekaligus pelaku bullying relatif sama.
Kata Kunci : Perilaku bullying, remaja, jenis kelami