Seks selalu menarik untuk dibicarakan, tapi selalu menimbulkan kontradiksi
di masyarakat. Khususnya seks bebas yang terjadi pada remaja. Remaja yang
mempersepsikan seks secara negatif akan berusaha menghindari perbuatan-
perbuatan seks yang dapat merugikan sendiri. Sedangkan persepsi positif remaja
tentang seks bebas akan memacu keinginan remaja untuk melakukan seks bebas.
Pada kenyataannya, remaja sekarang cenderung mempersepsikan seks bebas secara
positif sehingga mempengaruhi perilaku seks bebas remaja.
Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Perbedaan persepsi terhadap seks
bebas remaja yang tinggal di sekitar wisata karaoke Sarirejo dengan kelurahan
Tingkir Lor Salatiga. 2) Tingkat kategorisasi persepsi terhadap seks bebas remaja
yang tinggal di sekitar wisata karaoke Sarirejo. 3) Tingkat kategorisasi persepsi
terhadap seks bebas remaja yang tinggal di kelurahan Tingkir Lor Salatiga.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja yang tinggal di wisata
karaoke Sarirejo dan remaja yang tinggal di perumahan kalurahan Tingkir Lor
Salatiga. Sampel yang digunakan adalah sebagian dari populasi yaitu remaja yang
tinggal wisata karaoke Sarirejo dan remaja yang tinggal di perumahan kalurahan
Tingkir Lor Salatiga. Jumlah dalam sampel penelitian ini adalah remaja berusia 18
tahun – 21 tahun di 8 RW untuk penelitian. Dalam penelitian ini teknik sampling
yang digunakan adalah random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini
menggunakan skala persepsi terhadap seks bebas. Analisis data menggunakan anava
satu jalur.
Kesimpulan penelitian ini adalah: 1) Ada perbedaan persepsi terhadap seks
bebas remaja yang sangat signifikan antara remaja yang tinggal di sekitar wisata
karaoke Sarirejo dengan Kelurahan Tingkir Lor Salatiga. 2) Tingkat kategorisasi
persepsi terhadap seks bebas remaja yang tinggal di sekitar wisata karaoke Sarirejo
tergolong tinggi. 3) Tingkat kategorisasi persepsi terhadap seks bebas remaja yang
tinggal di kelurahan Tingkir Lor Salatiga tergolong sedang