MANAJEMEN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
(Studi Kasus di Kelas VII SMP Negeri 3 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2010/2011)
Kurikulum memberikan rancangan pendidikan yang berfungsi memberikan
pedoman dalam proses pembelajaran. Keberhasilan proses pembelajaran yang baik,
tidak lepas dari sebuah manajemen kurikulum yang baik pula. KTSP merupakan
pengembangan dari KBK dan lahir sebagai kurikulum yang disusun, dikembangkan dan
dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu
mengembangkannya. Apapun kurikulum yang diberlakukan, guru harus bisa melakukan
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dengan baik. Berdasarkan latar
belakang tersebut maka judul dari penelitian ini adalah “Manajemen Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di Kelas VII SMP
Negeri 3 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2010/2011)”. Penelitian ini menitikberatkan pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, karena untuk sekolah berstatus negeri, alokasi
waktu untuk pelajaran tersebut hanya 2 (dua) jam per pekan, padahal guru tidak sekedar
melakukan transfer nilai-nilai agama Islam tetapi juga membimbing peserta didik untuk
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.
Permasalahan dalam penelitian ini terkait manajemen KTSP Pendidikan Agama
Islam dengan rincian sebagai berikut: (1) bagaimana proses perencanaan pembelajaran
PAI kelas VII di SMP Negeri 3 Sukoharjo?, (2) bagaimana proses pelaksanaan
pembelajaran PAI kelas VII di SMP Negeri 3 Sukoharjo?, dan (3) bagaimana proses
evaluasi pembelajaran PAI kelas VII di SMP Negeri 3 Sukoharjo? Oleh karena itu,
tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi pembelajaran PAI kelas VII di SMP Negeri 3 Sukoharjo tahun pelajaran
2010/2011.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif, menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan pola pemikiran
induktif. Subyek dalam penelitian ialah kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan
kurikulum, kepala tata usaha, guru PAI kelas VII dan peserta didik kelas VII. Dalam
penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi,
wawancara, dan observasi untuk memperoleh data mengenai proses perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran PAI kelas VII di SMP Negeri 3 Sukoharjo tahun
pelajaran 2010/2011.
Dari hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa proses perencanaan
pembelajaran telah berjalan baik, terutama dalam penyusunan RPP sudah urut,
sistematis, dan terdokumentasi dengan baik. Namun, guru tidak menyusun silabus
sendiri, melainkan menggunakan silabus yang disusun oleh BSNP Diknas pusat.
Sedangkan proses pelaksanaan pembelajaran telah berjalan cukup baik, namun kurang optimal, karena guru tidak menyesuaikan dengan apa yang telah direncanakan dan
disusun dalam RPP, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara rencana dengan
pelaksanaan. Adapun proses evaluasi pembelajarannya dari segi pelaksanaan telah
berjalan baik, karena ditekankan pada evaluasi hasil belajar peserta didik dan evaluasi
proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru. Namun dari segi perencanaan
evaluasi pembelajarannya kurang optimal, karena rencana terkait evaluasi proses
pelaksanaan pembelajaran belum terdapat dalam RPP yang disusun guru