Kata menyontek mungkin sudah tidak asing lagi bagi pelajar dan
mahasiswa. Perilaku menyontek merupakan fenomena yang sudah lama ada
dalam dunia pendidikan. Perilaku menyontek menjadi suatu masalah yang serius
di universitas. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan perilaku
menyontek, salah satunya adalah efikasi diri. Efikasi diri adalah suatu keyakinan
individu bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu dalam situasi tertentu
dengan berhasil. Perilaku menyontek muncul dikarenakan adanya ketidakyakinan
akan kemampuan diri bahwa dapat meraih hasil yang optimal dengan usaha
sendiri. Rendahnya keyakinan akan kemampuan diri (efikasi diri) ini membuat
individu tidak mau berusaha dengan sungguh-sungguh sehingga mendorong
individu untuk melakukan cara yang lebih praktis yaitu menyontek.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara efikasi diri dengan
perilaku menyontek. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah ada
hubungan negatif antara efikasi diri dengan perilaku menyontek, semakin tinggi
efikasi diri seseorang maka akan semakin rendah perilaku menyontek yang
dilakukan, sebaliknya semakin rendah efikasi diri seseorang maka akan semakin
tinggi perilaku menyontek yang dilakukan. Sampel pada penelitian ini adalah
mahasiswa dari tiga fakultas di Universitas Muhammadiyah Surakarta, yaitu
Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Teknik. Untuk
mendapatkan data dari mahasiswa digunakan dua skala, skala perilaku menyontek
dan General Self-eficacy Scale (GSE).
Data di analisis dengan teknik korelasi product moment dari Pearson.
Hasil menunjukkan koefisien korelasi (r) -0,475, p=0,00 (p<0,01), sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara efikasi diri
dengan perilaku menyontek pada mahasiswa. Hasil analisis data diperoleh rerata
empirik efikasi diri sebesar 21,175 dan rerata hipotetik sebesar 20, hal ini berarti
efikasi diri pada mahasiswa tergolong sedang. Rerata empirik perilaku menyontek
sebesar 40,709 dan rerata hipotetik sebesar 45, hal ini berarti perilaku menyontek
pada mahasiswa tergolong sedang ke arah rendah.
Peranan atau sumbangan efefktif efikasi diri terhadap perilaku menyontek
sebesar 22,6%, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien determinan sebesar
r2=0,226. Data tersebut berarti 77,4% faktor yang mempengaruhi perilaku
menyontek di luar variabel efikasi diri