Kemampuan berempati pada perawat, akan memotivasi perawat dalam
berperilaku menolong, perawat tidak lagi berpikir panjang dalam memutuskan
pertolongan yang diberikan. Namun, perawat rentan terhadap kecenderungan
burn-out. Kecenderungan burn-out merupakan kelelahan fisik, mental, emosional
yang dikarenakan stress dalam waktu lama, dalam situasi yang menuntut
keterlibatan emosional yang tinggi. Perawat yang bersikap empati dapat
meminimalisasi terjadinya kecenderungan burn-out. Sedangkan perawat yang
kurang bersikap empati, akan mengalami kecenderungan burn-out karena kurang
dapat mengatasi stress yang dialaminya. Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk
mengetahui hubungan antara kemampuan berempati dengan kecenderungan burn-
out. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara kemampuan
berempati dengan kecenderungan burn-out pada perawat di rumah sakit Permata
Bunda Purwodadi Grobogan.
Subjek dalam penelitian ini adalah perawat rumah sakit Permata Bunda
Purwodadi Grobogan yang berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah purposive non random sampling dengan
karakteristik : a) perawat bagian rawat inap; b) bekerja di rumah sakit Permata
Bunda Purwodadi Grobogan; c) masa kerja minimal 3 tahun. Alat ukur yang
digunakan adalah skala kemampuan berempati dan skala kecenderungan burn-out.
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan product moment diperoleh
nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,675; p = 0,000 (p < 0,05) artinya ada
hubungan negatif yang signifikan antara kemampuan berempati dengan
kecenderungan burn-out. Sumbangan efektif antara variabel kemampuan
berempati dengan kecenderungan burn-out sebesar 45,5%. Berdasarkan hasil
analisis, diketahui variabel kemampuan berempati mempunyai rerata empirik
(RE) sebesar 53,18 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 45 yang berarti kemampuan
berempati pada subjek tergolong tinggi. Variabel kecenderungan burn-out
diketahui rerata empirik (RE) sebesar 48,03 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 60
yang berarti kecenderungan burn-out pada subjek tergolong rendah. Kesimpulan
yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada hubungan negatif yang signifikan
antara kemampuan berempati dengan kecenderungan burn-out pada perawat di
rumah sakit Permata Bunda Purwodadi Groboga