Sampah organik dapat diubah menjadi gas metana dengan metode
gasifikasi. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan desain dan konstruksi alat produksi gas metana dari
sampah organik dengan cara dibakar, lama nyala efektif pembakaran gas
metana dan jumlah kalor pendidihan air.
Penelitian diawali dengan perakitan alat produksi gas metana yang
terdiri dari blower, reaktor pembakaran, tangki absorber, pipa, antisipator
ledakan, katup, pengaduk, dan kompor. Bahan yang digunakan adalah
sekam padi, tempurung kelapa, serbuk gergaji kayu, dan arang. Untuk
keperluan pengambilan data ditambahkan alat ukur seperti thermometer,
stopwatch, gelas ukur, anemometer dan timbangan analog. Dalam
penelitian tersebut mengukur volume air yang mampu dididihkan dan lama
nyala efektif setiap 5 kg sampah organik serta perubahan temperatur 1
liter air setiap 2 menit.
Alat produksi gas metana terdiri dari reaktor pembakaran dengan
spefifikasi: tinggi ruang bakar 560mm, diameter reaktor 570 mm, diameter
ruang bakar 566 mm, diameter lubang udara 25 mm, diameter lubang gas
asap 19 mm, diameter lubang pengaman 530 mm, dan tinggi pengaman
50 mm sedangkan tangki absorber dengan spesifikasi tinggi tangki 889
mm, diameter tangki 580 mm, diameter lubang asap 19 mm, dan jumlah
lubang 4. Hasil pengujian menunjukkan 5 kg sekam padi mampu
mendidihkan 15 liter air dengan waktu rata-rata 9,73 menit dengan kalor
pendidihan air sebesar 6032,70 kJ dan tempurung kelapa mampu
mendidihkan 11 liter air dengan waktu rata-rata 7,73 menit dengan kalor
pendidihan air sebesar 4423,98 kJ sedangkan serbuk gergaji kayu mampu
mendidihkan 13 liter air dengan waktu rata-rata 17,23 menit dengan kalor
pendidihan air sebesar 5228,38 kJ