Secara empiris tanaman ketumbar (Coriandrum sativum L.) berkasiat
sebagai pene nang, sehingga pada penelitian ini dilakukan pengujian secara ilmiah
untuk mengetahui efek sedatif dari ekstrak etanol buah ketumbar (Coriandrum
sotivum L.) pada mencit putih jantan dengan metode potensiasi narkose
Hewan uji sebanyak 40 ekor mencit putih jantan dibagi menjadi
5 kelompok perlakuan dengan setiap kelompok terdiri dari 8 ekor mencit, masing-
masing kelompok diberi perlakuan secara peroral sebagai berikut: kelompok I sebagai
kontrol negatif (akuades 0,5 ml/20 gram berat badan), kelompok II sebagai kontrol
positif (Diazepam 2,6 mg/kgBB) dan kelompok III, IV, V diberi ekstrak etanol buah
ketumbar dosis 175, 350, 700 mg/ kgBB, 45 menit kemudian diberi natrium tiopental
dengan dosis 72,8 mg/kgBB secara intraperitoneal yang digunakan sebagai
penginduksi tidur mencit. Data yang diperoleh adalah durasi, kemudian dianalisis
dengan one way ANOVA dan diteruskan dengan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95
%. Parameter untuk mengetahui potensiasi efek sedasi adalah durasi tidur pada
mencit putih jantan.
Berdasarkan hasil uji LSD pada durasi tidur dapat diketahui bahwa ekstrak
etanol buah ketumbar memberikan perbedaan yang bermakna terhadap kontrol
negatif (akuades 0,5 ml/20 g BB) dengan nilai P<0,05. Hal tersebut menunjukkan
bahwa ekstrak etanol buah ketumbar mampu mempotensiasi efek sedatif natrium
tiopental