Penyakit infeksi merupakan masalah penting pada saat ini. Kekebalan
bakteri terhadap antibiotik menyebabkan angka kematian semakin meningkat.
Dalam menghadapi masalah tersebut, dilakukan penelitian-penelitian untuk
mengatasi masalah resistensi bakteri. Salah satunya dengan memanfaatkan
bahan-bahan obat alam seperti tanaman serai. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat tanaman serai (Cymbopogon
nardus (L.) Rendle) terhadap Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae
serta mengetahui golongan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas
antibakteri.
Ekstrak etil asetat tanaman serai diperoleh melalui ekstraksi dengan
metode maserasi. Ekstrak tersebut diuji aktivitas antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae dengan metode dilusi padat dan
parameter yang digunakan adalah Kadar Bunuh Minimal (KBM). Seri konsentrasi
yang digunakan adalah 6% b/v, 5% b/v, 4% b/v, 3% b/v, 2% b/v. Untuk
mengetahui kandungan kimia dari ekstrak tersebut, maka dilakukan analisis
kromatografi lapis tipis dengan fase gerak toluen:etil asetat (93:7) dan fase diam
yang digunakan silika gel GF254. Uji bioautografi dilakukan untuk mendeteksi
senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etil asetat tanaman serai
(Cymbopogon nardus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus
aureus dan Shigella dysenteriae dengan kadar bunuh minimum 4% b/v. Hasil
pengamatan bioautografi tidak dapat menunjukkan golongan senyawa yang
bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri