'Universitas Warmadewa - WMBJ - Warmadewa Management and Business Journal'
Abstract
Hermeneutik
dalam
arsitektur
tidak bisa lepas dari dekonstrusi, karena
hermeneutik memiliki pokok bahan yang
mengandung “ Sepekulasi dan analisa “.
Arsitektur banyak bergerak dalam skala
sepekulasi dan imajinasi, mengingat
arsitektur membuat atau meng – ada – kan
yang tidak ada, yang disebut dengan istilah
merancang. Dan dalam merancang juga
terdapat kegiatan yang bersifat analitic (
analisa ). Setelah dianalisa timbul sepekulatif,
kemudian sepekulasi ini di analisa dan out –
put nya adalah spekulstif, begitu seterusnya,
sehingga menghasilkan metode perancangan
yang memiliki resiko negatif yang sangat
kecil atau resiko yang sangat kecil