Dari hasil audit yang dilakukan oleh Internal Audit PT Aplikanusa Lintasarta
pada tahun 2014 yang mencatat bahwa tingkat validasi kecocokan antara data
secara database dan secara fisik masih sangat rendah yaitu hanya 64% dan
Sulitnya mendapatkan informasi stock perangkat produksi nasional yang tersruktur
berdasarkan BOM (Bill Of Material) media akses menjadi permasalahan yang
terjadi di PT Aplikanusa Lintasarta, jumlah perangkat yang dinyatakan hilang
berdasarkan data hasil stockopname yang dilakukan pada periode desember 2016
terdapat sebanyak 2843 unit. Pencatatan di lakukan dengan metode stockopname
yang dilakukan di gudang pusat dan outlet area/representative yang tersebar di 41
lokasi seluruh Indonesia.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan
dibahas dalam laporan tugas akhir ini adalah PT Aplikanusa Lintasarta masih
kesulitan mendapatkan informasi stock perangkat produksi nasional yang
tersruktur berdasarkan BOM (Bill Of Material) media akses yang salah satunya
berdampak pada pengedapan perangkat dan juga tingkat validasi kecocokan data
vs fisik yang rendah yang berdampak pada meningkatnya perangkat yang
dinyatakan hilang berdasarkan database.
Melihat dari pada masalah yang ada makan kebutuhan sistem yang
dibuthkan untuk dapat menunjang kegitan fungsional adalah diperlukan sebuah
sistem informasi yang memungkinkan untuk melihat suatu kondisi ketersediaan
stock asset Lintasarta secara nasional dan kecocokan atas data yang diterima juga
dapat memonitoring asset Lintasarta. Sistem informasi ini pun akan menampilkan
informasi ketidaksesuaian dari dampak yang akan terjadi jika kodisi stock dan
kegiatan stockopname tidak terkendali. Penyajian laporan dan kemudahan akses
yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer
menggunakan laporan dan informasi dan membuat kesimpulan-kesimpulan
tersendiri untuk melakukan pengambilan keputusan).
Kesimpulan dari perancangan sistem informasi inventory dan procurement ini
yaitu dengan adanya sistem informasi inventory dan procurement memungkinkan
untuk melihat suatu kondisi ketersediaan stock asset Lintasarta secara nasional
dan kecocokan atas data yang diterima juga dapat memonitoring asset Lintasarta,
membantu pimpinan dalam mengambil keputusan terhadap perencanaan
pemasangan jaringan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dengan adanya sistem
ini stock barang akan lebih terkendali sehingga tidak menimbulkan kelebihan dan
kekurangan perangkat (Inventory Control), Membantu dalam perencanaan
pembelian perangkat dapat sesuai dengan kebutuhan produksi dan perencanaan
produksi yang akan menjadi lebih baik