Visualisasi Tokoh Ade Anas Pemain Atraksi Debus Yang
Menyandang Difabel Tuna Daksa Dalam Film Dokumenter
Melalui Bidang Sutradara.
Esmeralda Azaria Purwakusuma : 136020055
Tugas akhir ini membahas mengenai seorang penyandang difabel tuna daksa yang
berprofesi sebagai pemain atraksi debus. Dengan tokoh bernama Ade Anas
sebagai subjek utama, kemudian divisualkan dalam film dokumenter expository
yang menggunakan wawancara/narasi sebagai penutur utama dalam film ini untuk
memperkuat informasi yang disampaikan. Ade Anas merupakan seorang pesilat
yang berumur 40 tahun dari Perguruan Silat Putera Gumelar yang letaknya di
Kampung Rancabogo desa Cimareme, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Dia
menekuni pencak silat sejak tahun 1990 saat ia masih kelas 4 SD. Lalu pada tahun
1997, Ade menuntut ilmu di Perguruan Citra Domas hingga akhirnya dia
mengenal ilmu-ilmu debus. Ade memperdalam seni ini karena kecintaannya
kepada budaya bangsa sendiri, selain itu sebagai ilmu bela diri dan berolahraga.
Dia juga sering memadukan gerakan silat dengan atraksi debus di setiap
penampilannya. Dalam tatanan sosial masyarakat kita, penyandang difabel
seringkali dipandang sebelah mata dengan mendapat stigma sebagai manusia
lemah, namun dengan kemampuannya di bidang seni bela diri debus, hal tersebut
sekaligus menegaskan pula posisi Ade Anas sebagai manusia yang kuat.
Meskipun memiliki kekurangan, nanum Ade Anas tidak pernah merasa malu
dengan keadaannya. Dengan dukungan dari keluarga dan teman-temannya dia
selalu semangat menjalani hari-harinya. Semangat dari Ade Anas ini yang tidak
pernah merasa malu dengan kekurangannya serta kecintaannya pada kesenian &
budaya terutama debus diharapkan dapat memberikan motivasi, inspirasi dan juga
dapat memperkenalkan kepada masyarakat mengenai pertunjukkan debus,
khususnya yang dimainkan oleh Ade Anas.
Kata kunci: Film Dokumenter, expository, difabel, debu