Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak
kacang koro pedang secara in vitro terhadap penghambatan enzim α-Glukosidase.
Metode penelitian terdiri dari tiga tahap. Penelitian tahap I dimulai dengan
merendam kacang koro pedang menggunakan air selama 4 jam dengan alat
sirkulasi berpengaduk, kemudian dilakukan proses trimming, pengecilan ukuran,
pengeringan selama 7 jam dengan suhu 60°C dan penepungan. Pada penelitian
tahap II tepung kacang koro pedang diekstraksi menggunakan air panas dengan
suhu 90°C selama 10 jam sebanyak dua kali kemudian disaring. Ekstrak air yang
didapat di evaporasi dengan suhu 40°C dan tekanan 72 mbar. Pada tahap III
ekstrak pekat diuji aktivitas antidiabetes menggunakan alpha glucosidase activity
assay kit MAK123 (Sigma Aldrich). Variasi konsentrasi ekstrak kacang koro yang
digunakan adalah 0,1; 0,5; 1,0 dan 10% dengan acarbose 0,1% sebagai kontrol
positif. Respon pada penelitian ini meliputi respon kimia. Respon kimia yang
dilakukan yaitu analisis fitokimia, penentuan aktivitas enzim α-Glukosidase, dan
penentuan aktivitas penghambatan enzim α-Glukosidase. Hasil analisis fitokimia
menunjukan bahwa tepung dan ekstrak kacang koro pedang mengandung saponin,
alkaloid, triterpenoid dan steroid. Ekstrak kacang koro pedang dengan variasi
konsentrasi 0,1; 0,5; 1,0 dan 10% memiliki aktivitas enzim α-Glukosidase
berturut-turut yaitu 3,17; 1,98; 8,33 dan 9,52 U/L serta memiliki persen
penghambatan enzim α-Glukosidase berturut-turut yaitu 98,73; 99,21; 96,67 dan
96,16% dengan acarbose 0,1% sebagai kontrol positif (99,05% persen
penghambatan)