Dalam sejarah operasi perdamaian PBB, Timor Leste adalah salah satu operasi
perdamaian yang dianggap berhasil. Peran yang dimainkan oleh Perserikatan
Bangsa-Bangsa tidak hanya berfokus pada upaya perdamaian dengan mediator
antara pejuang kemerdekaan Indonesia dan Timor Leste, namun juga dalam
program pemeliharaan perdamaian dan peacebuiiding seperti operasi
pemeliharaan perdamaian dan pembangunan ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Perlu dicatat bahwa keberhasilan yang dicapai adalah karena strategi revolusioner
untuk mengembangkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikaitkan dalam
institusi ad hoc dengan mandat khusus dari institusi-institusi ini.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode pendekatan secara yuridis normatif
dengan spesifikasi penelitian deskriptifanaltis, dilanjutkan dengan metode
pengumpulan data dengan cara studi kepustakaan dan lapangan. Dengan metode
tersebut penulis menganalisa permasalahan yang didasarkan pada asas hukum,
konsep-konsep dan norma-norma hukum sudut hukum berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang ada, serta teori-teori hukum yang berkaitan dengan
fakta-fakta yang relevan dengan masalah hukum.
Pembentukan lembaga ad hoc yang membuat pelaksanaan program menjadi lebih
fokus. Secara politis, institusi-institusi ini telah berhasil memetakan kebutuhan,
rencana dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menciptakan perdamaian di
Timor Leste Memang keberhasilan proses strategi dan Perserikatan Bangsa-
Bangsa di Timor Leste bisa menjadi rekomendasi untuk sebuah model operasi
penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di dunia.
Kata Kunci: Perdamaian, Pembangunan Perdamaian, Timor Leste, Perserikatan
Bangsa-Bangsa