Pengelolaan sumberdaya air di Indonesia menghadapi problema yang sangat
rumit dan kompleks, mengingat air mempunyai beberapa fungsi, baik fungsi
sosial-budaya, ekonomi dan lingkungan yang masing-masing dapat saling
bertentangan. Maksud dari penelitian ini adalah menentukan skala prioritas
untuk program konservasi air tanah dan menentukan metode konservasi yang
dapat diterapkan di Kabupaten Bandung. Adapun tujuan penelitian ini adalah
mengoptimalkan konservasi sumber daya air. Pada tahap pengolahan data,
Data yang diambil dari RTRW Kabupaten Bandung kemudian dijadikan
kedalam bentuk Peta berdasarkan parameter yang telah ditentukan yaitu curah
hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, dan tata guna lahan. Metode yang
digunakan untuk menentukan daerah prioritas adalah dengan metode skoring.
Skoring dilakukan untuk menentukan prioritas 1, prioritas 2 dan prioritas 3,
untuk prioritas 1 skornya 14-20, prioritas 2 skornya 9-<14 dan prioritas 3
skornya 4-<9. Analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil dari 31
kecamatan, yang termasuk pada prioritas pertama ada 3 kecamatan yaitu
kecamatan Cimenyan, kecamatan Ciwidey dan kecamatan rancabali dan
kecamatan yang masuk ke prioritas kedua ada 26 kecamatan dan yang masuk
kedalam prioritas 3 ada 3 kecamatan. Metode konservasi yang diterapkan di
Kabupaten Bandung ada 3, yaitu Metode konservasi vegetative/biologi,
metode konservasi mekanis, dan metode konservasi kimia. Penentuan metode
konservasi ditentukan berdasarkan tata guna lahan Kabupaten Bandung.
Luasan untuk masing- masing metode konservasi di wilayah Kabupaten
Bandung yaitu 2381261.20 Ha luasan lahan yang cocok menggunakan metode
konservasi secara mekanik, sementara luasan wilayah untuk penerapan
metode konservasi secara kimia yaitu sebesar 1041801.78 Ha dan luasan
wilayah yang cocok menggunakan metode konservasi secara vegetatif yaitu
sebesar 1537897.86 Ha.
Kata Kunci : Sumberdaya Air, Pengendalian Daya Rusak Air, Metode Konservas