Game (Permainan) adalah suatu bentuk penyesuaian diri manusia yang sangat berguna
menolong anak menguasai kecemasan dan konflik, sebagai cara belajar yang mengasyikan dan
menyenangkan. Gameplay Cooperative (sering disingkat sebagai co-op) adalah kategori dalam video
game yang memungkinkan pemain untuk bekerja sama sebagai rekan tim, biasanya terhadap satu atau
lebih lawan AI (Artificial intelligence). Parenting (pola asuh anak) adalah proses membesarkan dan
mendukung perkembangan fisik dan mental yang juga meliputi emosional, sosial, spiritual dan
intelektual anak dari bayi hingga dewasa.Tentu saja tujuannya untuk menghasilkan generasi muda atau
anak-anak yang cerdas, bukan saja cerdas intelektual tetapi juga cerdas emosional dan spiritualnya.
Gaya pengasuhan anak pun memiliki peranan penting, anak yang mendapatkan pengasuhan yang baik,
biasanya juga memiliki budi pekerti dan sopan santun yang baik dalam masyarakat. Perkembangan
teknologi yang pesat membuat orang tua maupun anak lebih memilih untuk menghabiskan waktu
mereka menggunakan gadget, sehingga terjadilah gap antara orang tua dan anak.
Game Cooperative dibuat dengan metode GDLC (Game Development Life Cycle), yang
diawali tahap inisiasi yang berisikan konsep awal untuk pembuatan game.Tahap kedua pra – produksi
berisikan desain game. Tahap ketiga produksi berisikan penciptaan aset, pembuatan kode sumber, dan
integrasi kedua elemen dan tahap keempat testing (Pengujian) berisikan menguji kegunaan game.
Tools (alat) yang digunakan untuk membangun game ini adalah Unity Engine. Unity Engine memiliki
power yang cukup untuk membangun game 3D dengan komponen – komponen dasar Unity seperti
network sehingga mempermudah dalam pembangunan game cooperative.
Hasil dari tugas akhir ini berupa game cooperative bergenre adventure yang bernama Digitaler
Spielplatz. Digitaler Spielplatz dikembangkan untuk membantu orang tua dan anak dalam hal
komunikasi dan bekerja sama dengan cara menyelesaikan tantangan – tantangan yang ada di dalam
game. Level – level yang telah di desain tidak semua dapat di implementasikan, dikarenakan adanya
keterbatasan pemahaman pada Unity Engine.
Kata kunci: Game Cooperative, Parenting, Unity Engine