Nuzuliah Kholipah. (2017). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran
Probing-Prompting terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
dan Self-Confidence Siswa SMA.
Salah satu bentuk kesulitan belajar adalah siswa sulit untuk memecahkan suatu
permasalahan yang sifatnya non rutin atau dengan kata lain tingkat pemahaman
siswa rendah, khususnya pemecahan masalah matematis siswa. Self-Confidence
dalam matematika haruslah ditanam dan ditumbuhkembangkan dalam diri siswa,
karena dapat membuat siswa tahu akan kemampuannya. Sesuai dengan
permasalahan yang telah dirumuskan, tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk
mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang
memperoleh model pembelajaran Probing-Prompting lebih baik daripada siswa
yang memperoleh pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (2) untuk
mengetahui apakah Self-Confidence siswa yang memperoleh model pembelajaran
Probing-Prompting lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran
Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode Eksperimen dengan desain penelitian pretes dan postes dua
kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Pasundan 8
Bandung dan sampelnya adalah dua kelas X di SMA Pasundan 8 Bandung.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan
masalah matematis dan angket Self-Confidence siswa, yang sebelumnya
diujicobakan terlebih dahulu. Berdasarkan analisis data dan temuan penelitian yang
diperoleh dapat disimpulkan bahwa (1) Kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model
pembelajaran Probing-Prompting lebih baik daripada siswa yang memperoleh
pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (2) Self-Confidence siswa yang
memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran Probing-Prompting
tidak lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran Problem Based
Learning (PBL).
Kata kunci: Probing-Prompting, kemampuan pemecahan masalah matematis,
Self-Confedence