Kawasan Wisata Terpadu Bojongsari merupakan kawasan objek wisata yang
sudah berkembang yang terletak di Kabupaten Indramayu dan dijadikan sebagai
objek wisata rekreasi dan dibuka untuk umum sehingga pada tahun 2004 dapat
menyerap wisatawan sebanyak 84.383
orang. Di lihat dari ketersediaan fasilitas
wisata yang ada di Kawasan wisata Terpadu Bojongsari tidak sesuai dengan
jumlah wisatawan yang datang, tidak memadainya ketersediaan fasilitas wisata ini
menunjukan adanya ketidaksesuaian antara sediaan dan permintaan produk
wisata. Oleh sebab itu studi ini bertujuan untuk menghasilkan suatu gambaran
tentang persepsi dan preferensi wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata
Terpadu Bojongsari sehingga menghasilkan penilaian terhadap sisi sediaan dan
permintaan mengenai fasilitas wisata yang ada di objek wisata terpadu Bojongsari.
Sediaan produk wisata di peroleh melalui identifikasi terhadap komponen produk
wisata yang meliputi; objek wisata, fasilitas wisata seperti (akomodasi, tempat
makan dan minum, tempat belanja dan cinderamata dan aksesibilitas) sedangkan
identifikasi permintaan di peroleh dengan menghitung proporsi permintaan
wisatawan terhadap produk wisata dengan menggunakan tabel frekuensi. Sisi
permintaan di bagi menjadi tiga bagian yaitu karakteristik sosial-ekonomi,
karakteristik perjalanan wisatawan, serta perilaku persepsi dan preferensi
wisatawan terhadap produk wisata.
Hasil identifikasi sisi sediaan dan sisi permintaan tersebut dikaji keterkaitannya
antara variabel karakteristik sosial-ekonomi dan perjalanan wisatawan dengan
persepsi dan preferensi wisatawan sehingga dapat diketahui mana kondisi yang
belum sesuai dengan permintaan wisatawan untuk dikembangkan atau telah sesuai
dengan permintaan wisatawan sehingga hanya diperlukan peningkatan kualitas
produk wisata tersebut. dengan mengacu pada penilaian inilah diperoleh
gambaran persepsi dan preferensi wisatawan terhadap fasilitas wisata dan
berusaha untuk meningkatkan kesesuaian antara penyediaan dan permintaan
terhadap fasilitas wistaa di objek wisata.
Selain dari sisi wisatawan studi ini juga didasarkan pada sisi pengusaha karena
dalam industri pariwisata, sisi pengusaha berperan penting karena terlibat secara
langsung dalam pengelolaan. Tidak berbeda dengan sisi wisatawan, di sisi
pengusaha juga di identifikasi terlebih dahulu tentang karakteristik pengusaha
yang ada, dan dilanjutkan dengan analisis tentang persepsi dan preferensi
pengusaha yang didasarkan pada variabel yang telah ditentukan sebelumnya. Dari
hasil analisis tersebut maka didapatkan gambaran persepsi dan preferensi
pengusaha dalam pengembangan kawasan wisata terpadu Bojongsari.
Dari hasil studi yang dilakukan didapatkan rekomendasi dalam arahan
pengembangan kawasan wisata terpadu Bojongsari adalah sebagai berikut :
1.Pengembangan jenis obyek dan daya tarik wisata. 2. Pembangunan tempat
parkir, 3.Penataan bangunan, 4. Meningkatkan informasi dan promosi, 5.
Kebijakan untuk mempergunakan tenaga kerja lokal, 6. Pembinaan terhadap
masyarakat dan pengusaha atau pengelola lokal, 7. Pembangunan sarana dan
prasarana