Penelitian ini berjudul: “Resiliensi Remaja Korban Bullying (Studi Kasus di SMA
Angkasa Kota Bandung)”. Bullying adalah ketika seseorang diganggu terus
menerus oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, baik dalam istilah
kekuatan fisik atau kedudukan sosial. Bullying adalah masalah yang
mempengaruhi jutaan siswa, dan membuat setiap orang khawatir. Resiliensi
adalah kemampuan untuk mengatasi pasang surutnya kehidupan, mampu
mengatasi dan bangkit dari suatu kejadian yang mempunyai efek negatif pada
hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan deskripsi singkat
tentang resiliensi remaja korban bullying. Metode penelitian yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan: 1) Wawancara
mendalam, 2) Observasi partisipan. Informan kunci pada penelitian ini adalah
seorang siswa SMA Angkasa yang menjadi korban bullying, sementara informan
tambahan terdiri dari 2 orang teman sebagai pelaku bullying, 1 orang guru
bimbingan dan konseling, dan 1 orang anggota keluarga dari remaja yang menjadi
korban bullying. Penelitian ini menunjukan bahwa informan tidak memperoleh
kemampuan coping resiliensi penuh. Berdasarkan teknik pengukuran resiliensi
melalui model Child and Youth Resilience Measure (CYRM), informan hanya
memperoleh 2 karakteristik yaitu I Have (external support and resources) and I
Am (internal and personal strengths). Sementara yang lain tidak terpenuhi, yaitu
karakteristik I Can (social and interpersonal skills). Rekomendasi dirujuk untuk
perbaikan kerjasama antara remaja korban bullying, pelaku bullying, lingkungan
sekolah, dan orang tua untuk meningkatkan kemampuan resiliensi remaja yang
menjadi korban bullying.
Kata Kunci: Bullying, remaja, korban, resiliensi, lingkungan sekola