research

ANALISIS POLIFENOL TOTAL DAN AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS DPPH(1,1-Diphnyl, 2-Picrylhidrazl) TEH PUTIH (Camellia sinensis L.O.Kuntze) BERDASARKAN SUHU DAN LAMA PENYEDUHANNYA

Abstract

Teh putih merupakan jenis teh yang tergolong baru di Indonesia sehingga penelitian mengenai teh putih masih harus banyak dikembangakan. Walapun demikian, teh putih juga sudah dikonsumsi banyak orang tetapi dengan suhu dan lama penyeduhan yang tidak tentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan suhu dan lama penyeduhan teh putih yang menghasilkan seduhan dengan polifenol total tinggi aktivitas antioksidan atau penangkapan radikal bebas DPPH paling efektif. Untuk menguji data yang diperoleh maka digunakan analisis regresi korelasi. Penelitian dilakuakan di Pusat Penelitian PPTK Gambung dari Bulan September sampai November 2011 menggunakan bahan baku dari 4 kebun yang berbeda ketinggian dalam penelitian pedahuluan. Teh putih dari Kebun Gambung terpilih dalam penelitian utama karena mempunyai kadar polifenol total paling tinggi yaitu 25,52 % dengan polifenol dari tiga kebun lainnya yaitu 25,24%, 21,28% dan 20,70%. Suhu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 95, 75, dan 55oC dengan lama penyeduhan 3, 6, dan 9 menit. Hasil analisis menunjukan suhu 95oC dan waktu penyeduhan 9 menit mengahasilkan polifenol paling tinggi yaitu 6,01%. Kemudian, EC50 DPPH paling efektif yaitu 34, 41ppm juga pada 95oC selama 9 menit. Sementara itu, korelasi polifenol total dengan EC50 DPPH dari seduhan sebesar -0.943. Sehingga sebaiknya menyeduh teh dengan air dengan suhu 95oC selama 9 menit

    Similar works