Dalam suatu perencanaan wilayah perkotaan terdapat unsur-unsur yang
harus dipertimbangkan baik sebagai masukan maupun unsur arahan produk
rencana, yaitu penduduk sebagai penghuni perkotaan yang sekaligus
mendapatkan manfaat atau dampak dari pembangunan, kegiatan penduduk dari
berbagai aktifitas yang terdapat diperkotaan. Disamping itu terdapat unsur yang
tidak dapat diabaikan untuk mendukung berlangsungnya segala aktifitas yaitu
sarana dan prasarana yang memiliki posisi yang amat penting bagi
keberlangsungan kegiatan penduduk disuatu kota. Kota Tanjungpinang
merupakan sebuah kota otonom yang terbentuk pada tahun 2004 dan ditetapkn
sebagai Ibukota Provinsi Kepulauanriau. Perkembangan Kota Tanjungpinang
semangkin pesat semenjak dibangunnya pusat pemerintahan Provinsi
Kepulauanriau yang berlokasi di Pulau Dompak. Pembangunan tersebut
mengakibatkan perubahan penggunaan lahan menjadi cepat, sehingga
dibutuhkan pemenuhan sarana dan prasarana perkotaan untuk mendukung segala
kegiatan yang sedang berkembang dan peningkatan pelayanan bagi aktifitas yang
sudah ada sebelumnya. Perumahan nelayan di Pulau Dompak terhubung oleh
jaringan jalan baik jalan setapak dengan perkerasan semenisasi dan jalan tanpa
perkerasan serta jaringan jalan pelantar bagi rumah yang berada diatas air.
Selain itu, dari sisi jaringan air bersih dan air kotor yang terdapat di perumahan
nelayan tidak terdapatnya sistem sanitasi pembuangan air kotor dan jaringan air
bersih pada rumah yang berada diatas air (rumah pelantar). Keterbatasan
fasilitas pembuangan sampah mengakibatkan tumpukan sampah terjadi
dibeberapa tempat dengan penanganan langsung (langsung dibakar), serta
terbatasnya persediaan air bersih untuk melayani seluruh masyarakat setempat
dan minimnya jaringan drainase saluran air kotor. Selain itu, Pulau Dompak
belum terlayani oleh jaringan listrik, sehingga masyarakat menggunakan
pembangkit listrik sederhana untuk penerangan. Untuk itu perlu adanya
peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana lingkungan perumahan
untuk menciptakan kondisi yang terjangkau oleh pelayanan