Pengunaan plastik sebagai pengemas sudah tidak dapat terpisahkan dari
kehidupan sehari-hari, termasuk digunakan untuk kemasan makanan. Seiring
dengan bertambahnya penggunaan plastik sebagai pengemas, timbul
permasalahan lain yang dihadapi, yaitu plastik menghasilkan sampah yang
tergolong dalam sampah nonorganik dan sangat berbahaya bagi lingkungan
karena membutuhkan waktu dan proses yang lama untuk dapat diuraikan secara
alami di tanah maupun di air.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan umur simpan dodol
nans yang dikemas dengan edible film tapioka, serta penerimaan konsumen
terhadap dodol nanas yang dikemas menggunakan edible film. Manfaat dari
penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah yang bermanfaat
tentang umur simpan dodol yang dikemas oleh edible film tapioka sehingga dapat
mengurangi penggunaan plastik sebagai bahan pengemas makanan semi basah,
dan dapat dijadikan sebagai ajang promosi penggunaan kemasan biodegradable.
Metode penelitian yang digunakan yaitu penentuan umur simpan metode ASLT
dengan pendekatan Arrhenius.
Penelitian pendahuluan dilakukan untuk memperoleh jenis plastik terbaik
yang akan digunakan sebagai kontrol pada penelitian utama berdasarkan
parameter angka peroksida. Penelitian pendahuluan tahap dua dilakukan untuk
memperoleh batas kritis dodol nanas.
Hasil perhitungan terhadap umur simpan dodol nanas didapatkan pada
parameter kadar air dan total kapang-khamir pengemas edible film tapioka
memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan dengan kontrol, sedangkan
pada parameter angka peroksida dan Aw pengemas edible film tapioka memiliki
umur simpan lebih sebentar dibandingkan dengan kontrol. Namun secara
keseluruhan perbedaan umur simpan tidak jauh berbeda, yaitu 71 hari. Hasil
pengujian organoleptik secara keseluruhan menunjukan edible film tapioka dapat
diterima oleh konsumen.
Kata kunci : umur simpan, edible film tapioka, dodol nana