Museum Wayang sendiri pada mulanya merupakan gereja tua yang didirikan oleh
VOC pada tahun 1640 dengan nama de oude Hollandsche Kerk. Pada akhirnya pada tahun
1937 gedung tersebut di serahkan kepada Stichting oud Batavia dan kemudian di jadikan
museum dengan nama de oude Bataviasche Museum yang artinya Museum Batavia Lama.
Museum Wayang sendiri akhirnya terbentuk dari gagasan Gubernur DKI Jakarta yaitu oleh
Alm. H. Ali Sadikin pada tahun 1974. Yang pada akhirnya Museum Wayang resmi dibuka
pada 13 Agustus 1975.
Museum Wayang Jakarta sudah lama di renovasi namun tetapi masih memiliki
kekurangan Media informasi (Environmental Graphic Design) yaitu dalam kelengkapan
mengenai, sistem penunjuk arah (Wayfinding), dan Informasi (Information Graphic Design).
Dengan tidak memiliki tersebut maka menyulitkan pengunjung untuk mendapatkan informasi
yang ada di dalam museum pada saat pengunjung ingin mencapai suatu lokasi dan koleksi di
dalam museum.
Akan tetapi, pihak museum belum melakukan pembaharuan Media informasi
(Environmental Graphic Design) sejak pembaharuan tata letak. Berdasarkan Direktorat
Museum, perubahan penyusunan koleksi dapat menghilangkan kebosanan dalam museum.
Perubahan tersebut meliputi tata pameran, cahaya, peralatan audiovisual, keamanan, kondisi
udara, koleksi museum semua telah di ubah.
Perancangan Environment Graphic Design bertujuan agar memudahkan pengunjung
mendapatkan informasi lengkap tentang museum wayang dan merasa nyaman karena tidak akan
membuat bingung.
Kata kunci:Museum Wayang Jakarta, Environmental Graphic Desig, sistem penunjuk arah
(Wayfinding), Papan Informasi (Information Graphic Design