PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea) DAN KONSENTRASI CARBOXY METHYL CELLULOSE TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN SARI BUAH RAMBUTAN (Nephelium Lappaceum L)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ekstrak
bunga telang dan konsentrasi carboxy methyl cellulose yang tepat sehingga akan
diperoleh minuman sari buah rambutan dengan karakteristik yang baik dan dapat
diterima oleh konsumen.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dengan tiga faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor yang digunakan meliputi
konsentrasi ekstrak bunga telang 40% (a1), 50% (a2), 60% (a3) dan konsentrasi
carboxy methyl cellulose 0,5% (b1), 1% (b2), 1,5% (b3).
Hasil penelitian penentuan suhu blansing terpilih 85
o
C dengan waktu 2,5
menit. Kandungan aktivitas antioksidan buah rambutan sebesar 9644,69 ppm dan
ekstrak bunga telang sebesar 11546,14 ppm. Cara pembuatan sari buah rambutan
dengan menggunakan blender dan pengepresan menghasilkan derajat brix
tertinggi.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak bunga
telang dan konsentrasi carboxy methyl cellulose berpengaruh terhadap
karakteristik organoleptik minuman sari buah rambutan (warna, rasa, dan
kestabilan) kecuali aroma. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh
perlakuan terhadap karakteristik fisik (viskositas dan intensitas warna) dan
karakteristik kimia (pH). Produk sari buah dengan konsentrasi ekstrak bunga
telang 60% dan carboxy methyl cellulose 1% menunjukan produk terpilih
berdasarkan uji skoring. Hasil analisis kimia terhadap produk terpilih, minuman
sari buah rambutan memiliki kadar gula total sebesar 3,85% dan kandungan
antioksidan sebesar 35478,79 ppm.
Kata Kunci : Rambutan, Bunga Telang, Carboxy Methyl Cellulos