Penilaian Risiko Keamanan Informasi dengan Pendekatan ISO 27001:2005 (Studi Kasus: pada Proses Bisnis Akademik di Fakultas Teknik Universitas Pasundan)
Pemanfaatan teknologi informasi terkait sebuah aset TI tentu memiliki risiko keamanan, yaitu
salah satunya risiko keamanan informasi dari infrastruktur TI yang dibangun dan telah menjadi aset
instansi atau organisasi. Maka dari itu perlu dilakukannya penilaian risiko keamanan informasi dengan
cara mengidentifikasi dan mengukur dampak kegagalan infrastruktur TI terhadap tingkat kegagalan
TI. Karena perkembangan teknologi informasi yang cepat membuat akan aset TI dan infrastrukturnya
semakin rentan keamanan informasinya, khususnya pada salah satu core instansi atau organisasi pada
bidang pendidikan yaitu pada proses bisnis akademik. Instansi pendidikan Universitas Pasundan
khususnya di Fakultas Teknik tentu ingin agar proses bisnisnya dapat menyelaraskan dengan kualitas
dan standar yang ada didunia yang membuat instansi tersebut dapat meningkatnya prosesnya dan hasil
dari visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Penilaian risiko dengan metode kuantitatif Failure Mode and Effect Analysis untuk
mengetahui nilai risiko berdasarkan tingkat kerentanan aset baik pada aset utama, pusat, dan aset
cabang pada sistem, dan dengan pendekatan ISO 27001:2005 untuk menyesuaikan usulan kendali
pengendalian dari risiko yang dapat ditemukan berdasarkan aspek keamanan kerahasiaan, integritas,
dan ketersediaan. Dengan begitu organisasi mampu mengetahui nilai risiko dan risiko apa saja guna
untuk mencegah atau mengantisipasi risiko dimasa yang akan datang
Kata kunci : Aset teknologi informasi, risiko teknologi informasi, Fakultas Teknik Universitas
Pasundan, metode penilaian risiko Failure Mode and Effect Analysi, ISO 27001:200