Air merupakan salah satu faktor pendukung dari perkembangan kegiatan di Kabupaten
Karawang. Air digunakan oleh penduduk untuk kegiatan sehari-hari seperti minum, mandi,
mencuci dan lain-lain. Dengan berkembangnya Kabupaten Karawang, maka kebutuhan
masyarakat akan air minum pun semakin lama akan semakin meningkat. Sampai saat ini baru
21,92% dari jumlah total penduduk Kabupaten Karawang yang mendapatkan pelayanan air bersih
oleh PDAM Tirta Tarum, dari 18 Kecamatan di Kabupaten Karawang salah satunya adalah
Kecamatan Kutawaluya yang adanya wilayah yang belum semua terlayani oleh PDAM.
Kutawaluya merupakan kecamatan di Kabupaten Karawang dengan jumlah penduduk 54210 jiwa
dan dengan debit 50 l/detik. Kebutuhan air di Kutawaluya pada periode 2016 – 2021. Pada
Perencanaan Sistem Jaringan Pipa Distribusi untuk melayani distribusi air bersih di
kec.Kutawaluya dengan 4 desa menjadi daerah perencanaan yang diharapkan desa tersebut bisa
terlayani air bersih dari PDAM Tirta Tarum. Pada perencanaan sistem jaringan pipa distribusi
untuk menentukan kebutuhan air dan jalur distribusi yang direncanakan perlu perhitungan dan
simulasi jalur distribusi yang dibutuhkan dengan menggunakan EPANET 2.0 dalam
mensimulasikan jaringan distribusinya. Sedangkan dalam pemilihan alternatif jaringan pipa
distribusi menggunakan 2 (dua) alternatif. Alternatif pertama dari panjang pipa lebih panjang dari
alternatf dua. Dari analisa perbandingan tersebut terpilih alternatif pertama dikarenakan dari
panjang pipa lebih ekonomis dan hidrolis lebih efektif. Dengan investasi rencana anggaran
biaya sebesar Rp. 22.115.000.000
Kata kunci : Air Minum, Epanet 2.0, Sistem Jaringan Distribusi, Pemilihan Alternatif