Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pembuatan cokelat yang ditambahkan bubuk
jahe dan mengetahui pengaruh tempering dan nompering dalam pembuatan cokelat jahe.
Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, Penelitian utama dilakukan dengan
menggunakan Dark chocolate dari penambahan Jahe dengan jenis konsentrasi terpilih dan
konsentrasi cokelat bubuk terpilih dari hasil penelitian pendahuluan dan penelitian utama
dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi jahe dan suhu tempering terhadap
sifat organoleptik dan sifat selanjutnya dilakukan rancangan perlakuan, rancangan percobaan,
rancangan analisis, dan rancangan respon. Penelitian utama yang dilakukan bertujuan untuk
mengetahui pengaruh variasi konsentrasi bubuk jahe terpilih dan proses tempering serta non
tempering terhadap perubahan sifat fisik dan organoleptik cokelat jahe dengan konsentrasi
bubuk jahe 7%,8%, dan 9%.
Hasil analisis kadar lemak pada produk Cokelat Jahe yang terpilih menunjukan bahwa
kandungan lemak yang terkandung pada Cokelat Jahe memiliki kadar lemak untuk cokelat
jahe yang dilakukan tempering sebasar 31,4959% sedangkan coklat jahe yang dilakukan
tanpa proses tempering memiliki kadar lemak 29,6549%. Hasil analisis kadar serat kasar pada
produk Cokelat Jahe yang terpilih menunjukan bahwa kandungan lemak yang terkandung
pada Cokelat Jahe memiliki kadar serat kasar untuk cokelat jahe yang dilakukan secara
tempering seberasar 2,1397%, sedangkan kadar serat yang di lakukan secaranon tempering
sebesar 3,0497%.
Hasil pengamatan cokelat jahe selama 4 minggu (30 hari ) yaitu tidak terjadi fat
blooming atau tidak terbentuknya gumpalan lemak pada permukaan dark cokelat. Hasil
penelitian uji kekerasan pada cokelat jahe menunjukan bahwa tidak berbeda nyata pada taraf
5% dengan nilai rata rata yang tidak signifikan dan tidak terjadi interaksi antara kosentrasi
jahe dan tempering serta non tempering, hal ini terjadi karenapada saat pencetakan tidak rata
seringga sempel rata-ratanya berbeda