Drainase adalah sebuah sistem yang dibuat untuk menangani persoalan
kelebihan air yang berada diatas permukaan tanah maupun air yang berada
dibawah permukaan tanah, sistem tersebut berupa jaringan pembuangan air
yang berfungsi mengendalikan atau mengerinkan kelebihan air permukaan di
daerah permukiman yang berasal dari hujan lokasl, sehingga tidak menggangu
masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada perencanaan
sistem drainase ini akan dikembangkan sistem drainase berwawasan lingkungan
yang disebut Harvest. Drainase berwawasan lingkungan didefinisikan sebagai
upaya mengelola air kelebihan dengan cara sebesar-besarnya diresapkan ke
dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan ke sungai dengan tanpa
melampaui kapasitas sungai sebelumnya.
Adapun tujuan dari perencanaan ini adalah untuk merencanakan
pengembangan sistem drainase berwawasan lingkungan di Kecamatan Cinambo
Kota Bandung. Agar dapat tercapainya tujuan tersebut maka terdapat beberapa
sasaran yang perlu dicapai yaitu : teridentifikasinya kondisi sistem drainase
eksisting di Kecamatan Cinambo, teridentifikasinya permasalahan sistem
drainase di wilayah tersebut dan terumuskannya konsep pengembangan sistem
drainase berwawasan lingkungan di Kecamatan Cinambo Kota Bandung. Metode
pendekatan yang digunakan adalah deskripsi eksploratif dengan metode analisis
data campuran (kualitatif dan kuantitatif).
Berdasarkan hasil analisis kondisi eksisting sistem drainase di Kecamatan
Cinambo Kota Bandung masih menerapkan sistem drainase konvensional yang
banyak menyebabkan permasalahan genangan dengan frekuensi 1-10 kali dalam
setahun, ketinggian 50 cm dengan durasi 8
jam dengan luas area tergenang <1 hingga < 2 ha. Permasalahan tersebut
terjadi karenan adanya gangguan teknis dan lingkungan seperti saluran drainase
yang kecil, erosi, sedimentasi, pembuangan sampah kedalam drainase dan
temtumbuhan tumbuh di dalam drainase serta kurangnya ruang terbuka hijau
maupun non hijau sebagai area resapan air hujan. Perencanan ekodrainse dipilih
sebagai solusi permasalahan genangan dengan curah hujan rata-rata di
Kecamatan Cinambo sebesar 133,8 m
3
/hari dengan nilai periode ulang 5 hujan
sebesar 170,5 mm/hari dan intensitas hujan dalam waktu 2 jam sebesar 1,6
mm/hari maka terpilih teknologi ekodrainase yang di terapkan adalah lubang
resapan biopori (LBR) dan sumur resapan dengan jumlah 15.070 LBR dan 113
sumur resapan. Hasil perbandingan debit eksisting dengan debit penerapan
ekodrainase LBR debit banjir puncak awal sebanyak 1,901 m
3
/detik sedangkan
debit teresap LBR 1,884 m
3
/detik sehingga sisa debit yang masuk kesalurah
sebsar 0,017 m
3
/detik, sedangkan untuk penerapan teknologi sumur resapan debit
banjir puncak awal sebanyak 1,901 sedangkan debit terserap sumur resapan
sebanyak 2,036 m
3
/detik sisa debit yang masih mampu diserap oleh sumur
resapan sebanyak 0,135 m
3
//detik.
Kata Kunci : Rencana, Sistem Drainase, Berwawasan Lingkungan