Plastik telah menjadi benda paling populer dalam kehidupan sehari – hari. Banyak
dari masyarakat tidak menyadari bahaya yang akan ditimbulkan akibat penggunaan
plastik terhadap kesehatan dan terhadap lingkungan sekitar. Pemakaian kemasan
plastik yang jumlahnya sangat besar, berdampak juga pada lingkungan dikarenakan
banyak plastik yang direkomendasikan hanya untuk sekali pakai saja. Ini
menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan terutama pada tanah, karena mikro
organisme dalam tanah sulit untuk menguraikan sampah plastik tersebut. Masalah
timbul ketika kita tidak membutuhkan lagi benda-benda ini. Sudah seharusnya ada
suatu cara untuk mengolah atau memanfaatkan limbah plastik bekas ini.
Reaktor pirolisis merupakan suatu alat yang mengubah sampah plastik menjadi
bahan bakar minyak dengan cara pirolisis. Proses pirolisis sampah plastik
merupakan proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik
melalui proses pemanasan dengan sedikit atau tanpa melibatkan oksigen. Pada
proses pirolisis senyawa hidrokarbon rantai panjang yang terdapat pada plastik
diharapkan dapat diubah menjadi senyawa hidrokarbon yang lebih pendek dan
dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.
Pirolisis sampah plastik ini dilakukan dengan umpan yaitu sampah plastik berjenis
LDPE contohnya plastik kresek. Proses pirolisis dijalankan dalam reaktor dimana
bahan baku sebanyak 0.5 kg limbah plastik kresek dimasukan sekaligus dalam
reaktor dan minyak akan dihasilkan. Proses pirolisis dilakukan selama 2 jam
dengan variasi temperatur reaktor 180°C, 200°C, 220°C, 225°C, 250°C, 275°C dan
temperatur kondensor 35°C, 30°C, 28°C, 25°C, 23°C. Minyak hasil pirolisis
terbanyak diperoleh pada temperatur reaktor 220°C dengan temperatur kondensor
25°C sebanyak 0.279 kg minyak hasil pirolisis dan temperatur reaktor 250°C
dengan temperatur kondensor 25°C sebanyak 0.275 kg minyak hasil pirolisis